Berita

ilustrasi

Industri Baja Belum Mandiri, Asosiasi Pasir Besi Dibentuk

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 | 20:00 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Industri baja dalam negeri masih banyak bergantung pada impor pasir besi olahan sebagai bahan baku. Padahal, baja sangat dibutuhkan di berbagai bidang industri manufaktur maupun infrastruktur dan pasir besi sebagai bahan baku baja banyak terdapat di Indonesia.

Ironisnya, sumberdaya manusia dan teknologi sangat memungkinkan untuk memproduksi pasir besi di Indonesia. Karena itu, sejumlah alumni Teknik Universitas Indonesia membentuk Asosiasi Pasir Besi Indonesia (Apasindo).

"Dengan adanya asosiasi ini bisnis sektor bahan baku baja dapat mandiri dan tidak lagi bergantung bahan baku impor," kata Ketua Apasindo, Ekky Agustyoso, dalam rilis yang diterima malam ini (Kamis, 13/12).


Indonesia memiliki cadangan bahan baku yang melimpah luar biasa karena hampir sepanjang pesisir selatan pulau Jawa memiliki cadangan pasir besi. Juga di  Sumatera, Sulawesi dan beberapa wilayah lainnya. Dia akui, banyak kalangan pengusaha pertambangan melihat bisnis pertambangan pasir besi tidak begitu menggiurkan, sehingga pengusaha lebih memilih ke pertambangan batu bara, emas, nikel dan bahan tambang lainnya.

"Hal ini disebabkan minimnya sosialisasi pemerintah dan kurangnya pengetahuan bangsa kita terhadap ketergantungan kita pada besi dan baja, seperti industri manufaktur, otomotif, mobil motor pesawat, kapal, bahkan peralatan militer," ujar Ekky.

Wakil Bendahara Umum Apasindo, Azhari Mayva, menambahkan sungguh ironis negara yang memiliki cadangan bahan baku besar malah menjadi negara yang tak memiliki indutri pengolahan dan  pemurnian logam. Meski bahan baku baja melimpah di Indonesia, namun belum membuka hati nurani para pengusaha untuk membuat indrustri pengolahan bahan bakunya.

"Kita ekspor jutaan ton bahan baku mentah per bulan ke negara orang, setelah diolah dan dimurnikan di sana kemudian dikirim lagi ke negara kita," ungkapnya.

Bahkan, BUMN PT. PAL sendiri nyaris gulung tikar akibat akibat permainan negara pengekspor besi plat. Raksasa industri baja, PT. Krakatau Steel yang notabene perusahaan milik negara dan sudah berdiri puluhan tahun, sampai saat ini juga masih bergantung pada impor bahan baku setengah jadi, padahal PT Krakatau Steel sendiri memiliki lahan bahan baku mentah. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya