Berita

ilustrasi/ist

Mengapa Indonesia Jauh Tertinggal oleh Singapura dan Malaysia

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 | 09:19 WIB | LAPORAN:

. Hingga kini, Indonesia masih relatif tertinggal dibandingkan negara-negara macan baru perekonomian Asia seperti Korea Selatan, Taiwan, bahkan oleh negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Padahal Indonesia memiliki keunggulan komparatif berupa sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berlimpah.

"Salah satu penyebabnya (Indonesia tertinggal) adalah karena keunggulan komparatif ini tidak disertai dengan keunggulan kompetitif," demikian disampaikan Sekjen Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda, Ridwansyah Yusuf Achmad, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 13/12).


Rendahnya daya saing Indonesia ini tercermin dalam laporan Global Competitiveness Report 2012 yang dikeluarkan oleh World Economic Forum. Dalam laporan tersebut Indonesia berada di urutan ke 46, dan kalah oleh Singapura (peringkat ke-2), Taiwan (13), Malaysia (20), Korea Selatan (24), dan bahkan Thailand yang berada di urutan ke-39.

Indeks ini menunjukan seberapa baik daya saing suatu negara yang salah satunya ditentukan oleh kesiapan teknologi serta keberjalanan riset dan inovasi di Negara tersebut. Ketertinggalan Indonesia dalam hal ini misalkan ditunjukan oleh minimnya paten yang dihasilkan. Sebagai gambaran, dalam satu tahun hanya ada enam paten yang dihasilkan di Indonesia pada tahun 2009. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya