ilustrasi, Produksi gula nasional
ilustrasi, Produksi gula nasional
Padahal target produksi gula tahun ini sudah direvisi oleh Kementerian Pertanian (KeÂmenÂtan) dari 4,4 juta ton menÂjadi 2,6 juta ton. Produksi tahun depan juga direvisi dari 4,9 juta ton menjadi 2,8 juta ton, seÂdangkan pada 2014 target proÂduksi 5,7 juta ton diturunkan menjadi 3,1 juta ton.
Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Arum Sabil mengatakan, kaÂpasitas produksi 62 pabrik gula yang kini beroperasi masih bisa dioptimalkan hingga 3 juta ton untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi secara nasional.
Karena itu, pemerintah meÂningkatkan program revitaÂlisasi untuk memaksimalkan kapaÂsitas terpasang pabrik gula, terutama yang dikelola BUMN. “Saya melihat progÂram reviÂtaÂlisasi yang dijaÂlanÂkan peÂmeÂrintah masih seteÂngah hati,†kritiknya.
Padahal, para petani dan pabrik gula sudah melakukan upaya-upaya perbaikan dari sisi budidaya tanaman. Arum meÂngatakan, produksi gula naÂsional pada tahun ini mencapai hampir 2,6 juta ton atau meÂningkat dibanding 2011 yang hanya sekitar 2,2 juta ton.
Faktor peningkatan produksi dipengaruhi pola tanam yang baik dan dukungan iklim yang cukup bagus sepanjang 2012. Selain itu, rendemen sebagian besar pabrik gula juga naik, seperti di PTPN X dan XI. KeÂnaikan produksi itu juga diÂimÂbangi membaiknya harga gula selama musim giling seÂhingga menguntungkan kalangan petani.
Dirjen Perkebunan KeÂmenÂterian Pertanian Gamal Nasir mengatakan, tidak tercapainya target produksi gula tahun ini 2,7 juta ton karena tidak ada tambahan lahan baru untuk perkebunan tebu.
Ditambah lagi, program reviÂtaÂlisasi pabrik gula juga tidak berjalan baik, sehingga renÂdeÂmen belum optimal. Kendati begitu, dia optimistis target proÂduksi gula tahun depan 2,8 juta ton bisa terwujud.
Untuk stok, Gamal mengakui, pemerintah memiliki lebih dari 1 juta ton gula guna mencukupi kebutuhan pada Januari-Mei 2013. Stok gula itu berasal dari impor gula mentah (raw sugar) yang dilakukan BUMN gula dan beberapa perusahaan swasÂta sebanyak 260.000 ton pada pertengahan tahun ini.
General Manajer PengemÂbangan Usaha PTPN XI Adig Suwandi menambahkan, proÂduksi gula PTPN XI tahun ini meningkat, dari sebelumnya hanya 316.000 ton menjadi sekitar 410.000 ton, termasuk kenaikan dari sisi rendemen yang mendekati delapan persen.
“Secara kapasitas, produksi pabrik gula milik BUMN seÂbenarnya masih bisa digenjot melalui program revitalisasi. Diharapkan target swasembada gula (konsumsi) pada 2014 bisa tercapai,†katanya.
Adig mengatakan, harga gula sedang baik. Membaiknya harga gula kali ini juga tidak lepas dari rendahnya peredaran gula raÂfinasi di pasar bebas. “Bahkan harga lelang gula lokal sempat menembus angka Rp 11.500 per kilogram,†ucapnya.
Untuk diketahui, kebutuhan gula konsumsi di dalam negeri setiap tahun 2,7 juta ton. ProÂduksi gula di dalam negeri seÂlama ini hanya untuk kebutuhan konsumsi masyarakat, seÂdangÂkan kebutuhan gula untuk industri dipasok oleh industri gula rafinasi. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34