Di tengah meningkatnya tensi politik jelang suksesi kepemimpinan, Pemilu 2014, masalah daya saing bangsa harus tetap diperhatikan. Jangan sampai, daya saing bangsa tidak menanjak, tapi terus menurun.
Demikian disampaikan Koordinator Forum The Indonesia Marketing Day, Harlan Sumarsono MIR saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, Rabu (12/12).
"Pertumbuhan dunia bergeser dari Eropa dan Amerika Serikat ke Asia, apalagi ditambah dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Indonesia tidak boleh hanya sekedar menjadi pasar produk dan jasa saja melainkan menjadi pemain utama dalam ekonomi," sambungnya.
Untuk itu, tambah Harlan, perlu ditanamkan kesadaran nasional tentang peningkatan daya saing bangsa menghadapi era perdagangan bebas.
Masih kata Harlan, produk dan jasa nasional bukanlah sekedar nama dalam bahasa Indonesia, tapi sedikit kontribusinya kedalam ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Produk dan jasa Indonesia adalah produk dan jasa yang diproduksi, dihasilkan tenaga kerja dan ahli-ahli Indonesia.
"Minimal, produk dan jasa Indonesia menggunakan sedikitnya 50 persen suplai komponen yang di buat perusahaan Indonesia atau berlokasi di Indonesia. Produk dan jasa ini harus memberikan kontribusi perbaikan kesejahteraan, kemajuan budaya terutama untuk masyarakat sekitarnya maupun melalui pajak," tambahnya.
Singkatnya, suatu produk dan jasa 'Made In Indonesia' adalah yang berkontribusi nyata terhadap kesejahteraan rakyat Indonesia dan mempromosikan budaya nasional Indonesia.
The Indonesia Marketing Day sendiri akan melakukan
road show peningkatan daya saing agar Bangsa Indonesia bisa bangkit dan tidak menjadi tamu di negeri sendiri. Di Jakarta,
road show dilakukan Jumat lalu (7/12) di Mid Plaza Jakarta.
Hadir dalam acara tersebut Ketua HIPMI Jaya Andhika Anindyaguna, pengusaha Nasional Edward Soeryadjaya, Chairman Tanri Abeng University Tanri Abeng MBA, Deputy Chairman President University Syonanto Wijaya MA, Rektor Presiden University yang juga Anggota KPPU terpilih DR Chandra Setiawan, anggota Komisi VI DPR RI Emil Abeng, praktisi
marketing dan public relations DR Ahmad Fuad Afdhal dan Tokoh Gerakan Sipil Adhie Massardi.
[arp]