Berita

harlan sumarsono/ist

Bisnis

Hiruk-pikuk 2014 Jangan Bikin Daya Saing Indonesia Menurun

RABU, 12 DESEMBER 2012 | 15:30 WIB | LAPORAN:

Di tengah meningkatnya tensi politik jelang suksesi kepemimpinan, Pemilu 2014, masalah daya saing bangsa harus tetap diperhatikan. Jangan sampai, daya saing bangsa tidak menanjak, tapi terus menurun.

Demikian disampaikan Koordinator Forum The Indonesia Marketing Day, Harlan Sumarsono MIR saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, Rabu (12/12).

"Pertumbuhan dunia bergeser dari Eropa dan Amerika Serikat ke Asia, apalagi ditambah dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Indonesia tidak boleh hanya sekedar menjadi pasar produk dan jasa saja melainkan menjadi pemain utama dalam ekonomi," sambungnya.


Untuk itu, tambah Harlan, perlu ditanamkan kesadaran nasional tentang peningkatan daya saing bangsa menghadapi era perdagangan bebas.

Masih kata Harlan, produk dan jasa nasional bukanlah sekedar nama dalam bahasa Indonesia, tapi sedikit kontribusinya kedalam ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Produk dan jasa Indonesia adalah produk dan jasa yang diproduksi, dihasilkan tenaga kerja dan ahli-ahli Indonesia.

"Minimal, produk dan jasa Indonesia menggunakan sedikitnya 50 persen suplai komponen yang di buat perusahaan Indonesia atau berlokasi di Indonesia. Produk dan jasa ini harus memberikan kontribusi perbaikan kesejahteraan, kemajuan budaya terutama untuk masyarakat sekitarnya maupun melalui pajak," tambahnya.

Singkatnya, suatu produk dan jasa 'Made In Indonesia' adalah yang berkontribusi nyata terhadap kesejahteraan rakyat Indonesia dan mempromosikan budaya nasional Indonesia.

The Indonesia Marketing Day sendiri akan melakukan road show peningkatan daya saing agar Bangsa Indonesia bisa bangkit dan tidak menjadi tamu di negeri sendiri. Di Jakarta, road show dilakukan Jumat lalu (7/12) di Mid Plaza Jakarta.

Hadir dalam  acara tersebut Ketua HIPMI Jaya Andhika Anindyaguna, pengusaha Nasional Edward Soeryadjaya, Chairman Tanri Abeng University Tanri Abeng MBA, Deputy Chairman President University Syonanto Wijaya MA, Rektor Presiden University yang juga Anggota KPPU terpilih DR Chandra Setiawan, anggota Komisi VI DPR RI Emil Abeng, praktisi marketing dan public relations DR Ahmad Fuad Afdhal dan Tokoh Gerakan Sipil Adhie Massardi. [arp]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya