PT Bumi Resources Tbk
PT Bumi Resources Tbk
Pihak Kementerian KomuniÂkasi dan Informatika (KemenkoÂminfo) sedang menelusuri dalang di balik pembobolan sistem dan e-mail milik Grup PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR). Hacker ini diduga beroperasi di IndoneÂsia.
“Kemarin mereka (Grup BakÂrie) melapor ke Bareskrim. KomÂinfo tinggal menunggu, kaÂlau diminta jadi saksi kami siap. Itu (lokasi hacker) saya belum bisa jawab, ini saya lagi kejar. KeÂmungkinan di dalam (negeri),†kata ÂMenkominfo Tifatul SembiÂring dalam Seminar Nasional Broadband Economy di Banteng, Jakarta, keÂmarin.
Karena itu, Tifatul mengaku sedang melacak IP (Internet ProÂtocol) Address yang digunakan si hacker tersebut. Namun, karena bukan penegak huÂkum, maka Kominfo tidak bisa mengejar si pelaku dan hanya bisa menerusÂkan hal itu kepada kepolisian.
“Kita kan bukan peÂnegak huÂkum, jadi hanya bisa jadi saksi. Kalau diminta, kita siap. KomÂinfo akan cari IP Address si hacÂker itu, harus diselidiki,†ujar politisi PKS ini.
Info di kalangan pelaku pasar modal menyebutkan, hacker yang membobol sistem dan e-mail Grup Bakrie dan kongsinya di Bumi Plc, Grup Borneo, merupakan hacker terkemuka di dunia berÂkebangsaan Polandia. MenurutÂnya, hacker ini pernah ditangkap Federal Bureau Investigation (FBI) dan diusir dari AS sampai 10 tahun terakhir ini tinggal di Indonesia. Hacker inilah yang diÂduga disewa oleh salah satu inÂvesÂtor yang jadi mitra Grup BakÂrie dan Borneo di London, yakni, Nathaniel Rothschild.
Seperti diketahui, hubungan Bakrie dan Rothschild kini maÂkin panas. Padahal dulu, kedua pengÂusaha papan atas ini sepakat memÂbentuk perusahaan patungÂan Bumi Plc yang sebelumnya berÂnama Vallar.
Saat ini, Rothschild dikabarkan ingin menguasai anak usaha peÂrusahaan patungan itu yang berÂbasis di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dengan segala cara.
Pertama kali dia menuduh BUÂMI tidak bisa membayar utang-utangnya dan bertanggung jawab atas anjloknya harga saÂham Bumi Plc. Untuk itu, ia meÂnawarkan diri untuk membeli sebagian saham Bumi Plc yang uangnya nanti dipakai untuk Grup Bakrie bayar utang. SaÂyangÂnya, rencana Rothschild ini tidak berjalan mulus. Grup BakÂrie memilih keÂlomÂpok usaha SaÂmin Tan (Grup Borneo) untuk membantu krisis finansialnya. Diajaklah Samin Tan berkongsi dengÂan membeli 23 persen saham Bumi Plc milik Grup Bakrie.
Kini, Nat Rothschild mengaku memperoleh dukungan dari 11 investor Bumi Plc, termasuk dari Abu Dhabi, Schroders dan StanÂdard Life. Pada proposal tahap kedua, Bakrie akan membeli 18,9 persen sisa saham Bumi Plc di unit usaha Indonesia senilai Rp 2,6 triliun. Sementara dalam proÂposal tahap ketiga, Bakrie akan membeli aset tambang lain milik Bumi Plc, yakni 85 persen saham di PT Berau Coal Energy senilai 950 juta dolar AS (Rp 9,1 triliun).
“Yang saya pahami Bakrie butuh banyak dukungan agar proÂposalnya bisa berhasil. Sekarang, proposal itu sulit tercapai,†kata Rothschild seperti dilansir dari Reuters, kemarin. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34