ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Ketua Umum Kadin Suryo BamÂÂbang Sulisto mengatakan, praktik pungli, korupsi dan suap banyak terjadi. Ironisnya, jika pengusaha tak menuruti dan meÂmenuhinya, maka usahanya akan menjadi tidak lancar.
“Itu dilema yang dihadapi peÂngÂusaha juga begitu. Di satu piÂhak itu kan pelanggaran hukum, di lain pihak dia memikirkan usaÂhanya. Usaha harus melakuÂkan penyuapan, apakah gratifiÂkasi, kalau tidak usahanya bisa sulit,†curhat Suryo usai diskusi soal investasi di Jakarta, keÂmaÂrin.
Menanggapi hal ini, Ketua Umum Asosiasi Pemerintahan KaÂbupaten Seluruh Indonesia (ApÂkasi) Isran Noor menyataÂkan, Pemda selalu disalahkan jika muncul hambatan usaha. PadaÂhal, penarikan kebijakan ke daeÂrah baru berÂlangsung satu tahun. “Dalam perÂkemÂbanganÂnya proÂses otoÂnoÂmi telah berÂjalan baik. Yang kita buÂtuhkan hanyalah kepastian huÂkum. KeÂpala daerah seringkali ketakutan mengambil kebijakan karena takut terjerat korupsi,†timpal BuÂpati Kutai Timur ini.
Suryo menegaskan, harus ada koordinasi dengan aparat dan paÂra pemangku kepentingan untuk memberantas praktik meÂnyimÂpang tersebut. Pengusaha meminÂta praktik menyimpang itu diÂhilangkan, karena meÂnganÂcam dunia usaha. “Ini harus kita hinÂdari atau dihindari. Kita harus membuat komunitas dengan apaÂrat kepolisian,†tegasnya.
Dia mengingatkan, jika kondisi ini terus terjadi, akan berimbas buruk terhadap daya saing dunia usaha dan investasi yang masuk. Terlebih lagi di 2015 nanti Indonesia akan menghadapi Asian Economic Community.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Kadin BiÂdang Hukum dan HubuÂngan Antar Lembaga Bambang SoeÂsatÂÂyo mengatakan, kalangan peÂngusaha menilai maraknya prakÂtik korupsi dalam dunia usaha disebabkan birokrasi yang berteÂle-tele. Hal itu mencakup masaÂlah perizinan usaha, kepastian hukum dan faktor lainnya.
“Menurut persepsi dari para pengusaha, terjadinya sejumlah kasus korupsi termasuk suap, juga dipicu rumitnya birokrasi pemeÂrinÂtahan dan tidak adanya kejelaÂsan serta kepastian huÂkum meÂngeÂnai perizinan,†ujar BamÂbang. Menurut Politisi Partai Golkar ini, salah satu fakÂtor yang mengÂhambat kelanÂcaran bisnis adalah karena PerÂaturan Daerah (perda) yang tidak proÂduktif. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34