Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Anggaran Kemendikbud di Anggaran Pendapatan dan BeÂlanja Negara (APBN) senilai Rp 73,087 triliun untuk tahun 2013 sudah diketuk palu. Beberapa piÂhak mengkhawatirkan, angÂgaÂran pendidikan sebesar itu bisa berÂpotensi mendapat rapor merah laÂÂgi. Pasalnya, manajemen peÂngeÂÂlolaan dana di KemenÂdikbud diÂnilai masih buruk.
“Ibaratnya, disclaimer ini sudah akut terjadi di KemenÂdikÂbud,†kata pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Suryadi di Jakarta, kemarin.
Ia menilai, Kemendikbud seÂbaÂgai pusat pengelolaan saja belum mengakomodir kebutuhan di laÂpangan. Apalagi di tingkat pÂeÂmerintah kota dan daerah dalam mengalokasikan dana untuk peÂnyerapan anggaran pendidikan.
Selama ini, menurut Suryadi, ada kesaÂlahan yang belum diÂsentuh untuk diperbaiki KemenÂdikbud. Yakni, ketidaksinkronan antara kebuÂtuÂhan pemerintah dan lapangan.
“Sistem pengawasan penyeÂraÂpan anggaran mesti diperbaiki duÂlu. Jika tidak, dampaknya bisa mempengaruhi kualitas pendiÂdikan,†ujar Suryadi.
Anggota Komisi X DPR biÂdang Pendidikan Ahmad ZainudÂdin menilai, program pemerintah yang tidak direncanakan dikhaÂwaÂtirkan bisa mendapat rapor merah. Ketika membahas angÂgaÂran di Komisi X DPR, katanya, besaran unit dari pos anggaran berÂubah-ubah.
“Tidak pasti. UÂnÂtuk menetapÂkan besar anggaran saja tidak foÂkus, berubah-ubah. Bagaimana efektivitas dan elekÂtaÂbilitasnya,†kritik politisiPKS itu.
Menurutnya, sidang pembaÂhaÂsan anggaran sempat alot. PaÂsalÂnya, keputusan anggaran KeÂmenÂdikbud tidak mengacu pada keÂputusan Komisi X DPR.
â€Yang terpenting adalah buÂkan sekadar besaran anggaran, akan tetapi kemampuan daya seÂrap angÂgaran oleh pemerintah seÂhaÂrusÂnya dilaksanakan secara opÂtimal,†kata Ahmad.
Selama ini, lanjutnya, KemenÂdikÂbud belum mencapai hasil makÂsimal dalam pencapaian tarÂget dan program-programnya.
“Beberapa proÂgram jalan di temÂpat. Disinyalir, ada penyimÂpaÂngan dalam pengandaan proÂyek tersebut,†ujarnya curiga.
Wakil Ketua Komisi X DPR Utut Adiyanto mengatakan, ada sejumlah catatan yang sebeÂnarÂnya harus segera diperbaiki KeÂmendikbud. Pertama, angka peÂnyerapan rendah. Kedua, pengaÂdaan proyek laboratorium di UniÂversitas Negeri harus dibenahi. Ketiga, sistem pendidikan yang didesak diubah dan keÂemÂpat, Ujian Nasional (UN) sehaÂrusÂnya bukan jadi penentu keÂluÂlusan.
“Itulah catatan penting yang mesti diperbaiki ke depan. SisÂtem pengelolaan program dan pengaÂwasan penyerapan angÂgaÂran KeÂmendikbud menjadi saÂlah satu penentu perbaikan penÂdiÂdiÂkan naÂsional ke depan,†ucap Utut.
Menanggapi hal itu, MenÂdikÂbud Muhammad Nuh mengataÂkan, ada beberapa keÂgiaÂtan penÂting terganggu dalam peÂlakÂsaÂnaannya pada tahun ini. PaÂsalnya, anggaran itu tertahan di DPR hingga akhir tahun.
Menurut Nuh, anggaran kruÂsial yang diharapkan bisa diÂcairkan pada Januari adalah banÂtuan-banÂtuan yang langsung keÂpada peÂserta didik.
“Kami siap menerima kritikan apapun selama ada alasan logis terÂkait itu. Kementerian sangat berharap, pada rapat akhir pemÂbaÂhasan anggaran bisa diÂcairÂkan,†harap Nuh.
Bekas Rektor Institut TeknoÂloÂgi Sepuluh November (ITS) ini menjelaskan, dalam angÂgaran kementeriannya tahun depan, terdapat tujuh pos angÂgaÂran yang mendesak untuk diÂcairÂkan daÂnanya.
Ketujuh pos anggaran tersebut adalah beasiswa untuk pendiÂdikÂan dasar, menengah dan tinggi, bantuan operasional sekoÂlah (BOS), bantuan siswa miskin (BSM), beasiswa pendidikan maÂhasiswa berprestasi (bidik misi) di PTN, tunjangan profesi peÂngajar, beasiswa guru untuk meÂnyeÂleÂsaiÂkan S1/D4, komuÂnitas jejaring penÂdidikan nasioÂnal (JarÂdiknas) serÂta persiapan ujian Nasional (UN).
“Anggaran untuk pos-pos terÂsebut tergolong kategori angÂgarÂan mendesak. Kami berharap koÂmitmen DPR untuk bisa menÂcairkan di awal tahun depan,†ujar Nuh. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34