Berita

Bisnis

Bandung, Karawang dan Cimahi Terpilih Sebagai Kota Jaminan Sosial Tenagakerja

SELASA, 11 DESEMBER 2012 | 01:26 WIB | LAPORAN:



RMOL.Kota Bandung, Kabupaten Karawang dan Kota Cimahi terpilih sebagai pemenang  Jamsostek Jabar Award 2012. Keberhasilan  ketiga kota itu dinilai dari sistem perlindungan tenaga kerja dan efisiennya kordinasi fungsional dan sinergitas antara Jamsostek dan pemerintah Kabupaten/Kota. Saat ini di seluruh Jawa Barat tercatat 2,761juta tenaga kerja aktif dan 6,032 juta tenaga kerja terlindungi jaminan sosial tenaga kerja.

"Kita harapkan sebanyak-banyaknya tenaga kerja di Jabar terlindungi sistem Jamsostek, sehingga perusahaan tetap untung dan pekerjanya juga sejahtera," kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dalam sambutan  anugerah Jamsostek Jabar Award 2012 di Hotel Horison, Bekasi, Senin (10/12) malam.


Menurut Heryawan, Pemerintah Provinsi Jabar akan terus memberikan dukungan dalam bentuk pembuatan kesepakatan (Mou) dengan PT Jamsostek (Persero) sehingga seluruh tenaga kerja di Jabar terlindungi jaminan sosial tenaga kerja. "Kita harapkan nanti asuransi bukan lagi dianggap sebagai menambah biaya oleh pengusaha tapi sebagai investasi di masa depan terhadap risiko sosial yang dihadapi pekerjanya," terangnya.

Dia juga menilai sistem jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai salah satu bentuk kebersamaan antara pengusaha dan pekerja. "Kita sengaja mengadakan Jamsostek Jabar Award 2012  di kota Bekasi yang banyak pabrik dan pekerjanya. Apalagi, sekarang setiap akhir tahun kota Bekasi yang biasanya paling gaduh oleh tuntutan pekerja sekarang sudah tenang," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur PT Jamsostek (Persero) Elvyn G Masassya dalam sambutan disampaikan  Direktur Perencanaan,  Pengembangan dan Informasi Agus Supriyadi mengatakan dalam era otonomi daerah, peranan Pemerintah Daerah menjadi penting dan strategis meningkatkan harkat dan martabat dari para pekerja di wilayahnya. Karena itu, lanjut Elvyn, pihaknya pun berharap dukungan dari aspek regulasi maupun implementasi aparat di daerah meningkatkan perlindungan sosial terhadap pekerja di daerah.

Elvyn juga menyambut baik prakarsa pelaksanaan Jamsostek Jabar Award 2012 yang merupakan pertama kali diselenggarakan di Jabar dan berharap akan menjadi agenda tahunan yang dilakukan berkala setiap tahunnya.

Kepala Kantor Wilayah IV Jamsostek Jabar Banten Teguh Purwanto menjelaskan, Jamsostek Jabar Award (JJA) merupakan bentuk penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota dan perusahaan yang memenuhi indikator dan kriteria tertentu diantaranya, cakupan kepesertaan di daerah tersebut, ketegasan penegakan aturan UU 3 tahun 1992, upaya-upaya lain mendorong kepersertaan Jamsostek, upaya dalam penerapan K3, ketepatan waktu membayar iuran dan tertib administrasi.

Saat ini di wilayah Kanwil IV Jabar Banten sampai Oktober 2012 terdapat 23.442 perusahaan aktif  Jamsostek dengan pekerja aktif terdaftar 2,761 juta. Adapun seluruh perusahaan yang tidak aktif tercatat 13.288 perusahaan dengan tenaga kerja non aktif 6,032 juta.

Jumlah kasus program kecelakaan kerja yang terjadi sejak tahun 2007 sampai Oktober 2012 mencapai 185.888 dengan jumlah klaim dibayarkan Rp 520,481 miliar. Sedangkan untuk jaminan kematian terjadi 19.169 kasus dengan klaim yang dibayarkan Rp 269,178 miliar. Sementara itu untuk Jaminan Hari Tua telah dikeluarkan bagi 1.352.510 pekerja dengan jumlah klaim dibayarkan Rp 7,3 triliun. Dan untuk klaim program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) mencapai 9.943.261 kasus dengan klaim pembayaran Rp 1,280 triliun.

Dalam acara yang dihadiri pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar, Serikat Pekerja Jabar dan sejumlah kepala daerah dan bupati itu,  diserahkan juga penghargaan bagi kategori perusahaan skala besar yang dinilai tertib  mengikutsertakan karyawannnya dalam program Jamsostek yang dimenangkan PT Yakjin Jaya Sentosa (Kab Sumedang), PT Sinar Grage Jaya (Kab Cirebon), Jamafac (Kab Bandung Barat). Sementara itu, untuk kategori perusahaan skala menengah/kecil terpilih sebagai pemenang  PT LEN Industri (Kota Bandung), PT Karya Yasantara Cakti (Kab Purwakarta) dan Perhutani Unit III KPH Garut (Kab Garut). [Fer) 


    



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya