Berita

Standard Chartered

Bisnis

OJK Ingin Batasi, Ekonom Stanchart Menolak

Alasannya Biar Bunga Pinjaman Makin Rendah
MINGGU, 09 DESEMBER 2012 | 08:16 WIB

Kepala Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan menyarankan Bank Indonesia (BI) untuk membuka persaingan se­cara bebas antara bank asing dan nasional. Hal ini untuk me­nurun­kan suku bunga dasar kredit (SBDK).

“Menurunkan SBDK itu gam­pang, dengan buka saja kompetisi seluas-luasnya terma­suk mem­beri peluang bank asing untuk ekspansi ke daerah, tapi bank lokalnya siap nggak,” kata Fauzi di Ja­karta, akhir pekan lalu.

BI telah me­nu­runkan suku bu­nga acuan (BI rate) menjadi 5,75 persen. Na­mun, penurunan ter­sebut tidak di­iringi oleh penuru­nan suku bunga kredit di industri perbankan. Apa­bila arah peme­rintah melin­dungi lahan bisnis perbankan na­sional, maka kebi­jakannya ada­lah bank asing ja­ngan masuk ke pelosok-pelosok daerah. Na­mun, kata Fauzi, apa­bila arahnya ada­lah untuk menu­runkan tingkat suku bunga lebih cepat, pemerintah ha­rus mem­buka ruang kompetisi baik bank asing maupun lokal hingga ke pelosok daerah.

“Kalau milih melindungi per­bankan nasional ya udah, batasi ruang bank asing, tapi SBDK tinggi. Kalau ingin menurunkan NIM atau SBDK, ya buka ruang kompetisi seluas-luasnya,” kata­nya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung se­cara penuh kebija­k­an pemerintah mengenai pene­rapan asas resipro­kal (kesetara­an). Bahkan, menu­rut Ketua De­wan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, harus ditekankan pe­nerapan keterbu­kaan yang bisa menguntungkan Indonesia.

“Menteri Keuangan juga me­ngatakan terkait kebija­kan per­bankan dan pasar modal, bahwa kebijakan resiprocality itu yang ingin kita dukung,” ujarnya.

Menurut bekas Muliaman, ke­bijakan resiprokal harus bisa di­terapkan di Indonesia. Bahkan, ke­terbukaan investasi harus bisa mendukung dan menguntungkan bagi Indonesia. Hal itu juga akan mendukung pertumbuhan pere­ko­nomian Indonesia. “Tapi, ter­bukanya harus menguntungkan kita. Karena itu, keinginan mene­rapkan asas resiprokal menjadi perhatian OJK,” katanya.

Menteri Keua­ngan Agus Mar­towardojo me­minta OJK agar men­dukung kebi­jakan asas resi­prokal bagi industri ke­uangan Tanah Air, yang hendak ber­eks­pansi bisnis ke luar negeri. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya