SITUS LIYANGAN/IST
SITUS LIYANGAN/IST
"Pecahan tembikar dan keramik ini awalnya ditemukan oleh warga yang sedang menggali pasir pada jarak 100 meter dari candi utama," kata ketua tim peneliti Situs Liyangan, Sugeng Riyanto, di Temanggung, Sabtu.
Menurut dia, pecahan keramik dan tembikar yang ditemukan itu sedang dicoba direkonstruksi. Namun, jika tidak selesai dilakukan di sini akan dibawa ke Balai Arkeologi. Diharapkan hasil rekonstruksi bisa mengetahui bentuk asli dari tembikar atau keramik pada masa itu.
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Senin, 12 Januari 2026 | 14:15
Senin, 12 Januari 2026 | 14:10
Senin, 12 Januari 2026 | 14:08
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 13:52
Senin, 12 Januari 2026 | 13:40
Senin, 12 Januari 2026 | 13:12
Senin, 12 Januari 2026 | 13:10
Senin, 12 Januari 2026 | 13:04