Berita

Politik

Bukan Mustahil Demokrat Keluar dari Tiga Besar

SABTU, 08 DESEMBER 2012 | 11:08 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Dibutuhkan ketegasan lebih dari Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, dalam membenahi partainya dari perlaku korup para pengurus.

"Problemnya, kalau belum ada status defintif seperti Andi Mallarangeng maka Beliau (SBY) tak bisa hentikan. Dia tidak punya keberanian politik. Kalau Ruhut (Ketua DPP Demokrat) jadi Ketua Dewan Pembina, pasti ketua umumnya itu sudah ditarik," kata peneliti politik Indobarometer M Qodari dalam diskusi "Tumbang karena Hambalang" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (8/12).

Pada kasus Andi Mallarangeng pun, mantan jubir Presiden itu berhenti dari kabinet bukan karena dicopot SBY. Kalau SBY mau kasih pesan tegas, maka pemecatan Andi cepat dilakukannya.


"Tapi kan Beliau tepo seliro dan selalu jaga keharmonisan. Padahal, masalah korupsi ini luar biasa bagi Demokrat. Kalau ini terus menerus sampai 2014 bukan mustahil Demokrat keluar dari tiga besar," ucapnya.

Jabatan ketua umum Demokrat yang lagi diguncang isu korupsi menurutnya juga rawan. Lebih parah lagi apabila nantinya ketua umum aktif ditetapkan tersangka oleh KPK.

"Ketum jadi tersangka dan ketum kosong, maka akan terjadi  gejolak politik, akan banyak faksi yang bergerak," ucapnya.

"Kalau misalnya benar duit Hambalang untuk Kongres Demokrat maka tidak sah. Semua pengurus yang ada ini bisa bubar," ucapnya. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya