Berita

dok. keluarga

SENGKETA TANAH

Proses Hukum Baru Mau Berjalan, Kekerasan oleh AU Sudah Terjadi

SELASA, 04 DESEMBER 2012 | 10:39 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sangat disayangkan kekerasan sudah terjadi dalam sengeketa lahan di Jalan Raya Pondok Gede no. 39 RT002/001 Kelurahan Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi. Padahal proses hukum ke pengadilan negeri baru mau diajukan hari ini.

Demikian disampaikan perwakilan keluarga yang mengelola lahan sejak 1976, Coki Lubis, dalam komunikasi lewat telepon beberapa saat lalu, Selasa pagi (4/12).

"Sudah pernah ada mediasi di Kasdam Jaya yang menyepakati sengketa tanah diselesaikan dengan jalan hukum lewat pengadilan. Baru hari ini kami mau ajukan gugatan atas klaim AU, tapi sudah diserobot duluan oleh pihak AURI," ungkap Coki.


Sebelum mediasi di AURI, sudah bertahun-tahun pihak keluarga menanti campur tangan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pihaknya sudah mengajukan proses konversi tanah yang dikelola keluarga selama puluhan tahun itu dari status Tanah Negara Bebas ke tanah hak milik.

"BPN selalu menolak itu karena ada klaim dari pihak TNI AU di Halim bahwa tanah itu milik mereka," terangnya.

Pada pukul 09.00 WIB tadi, sekitar 100 lebih aparat TNI AU dikerahkan untuk membongkar paksa kediaman milik Kapten (Purn) Suwarno. Pensiunan TNI AD berusia 60 tahun itu harus merasakan injakan dari tentara-tentara AU karena tidak terima perlakuan sewenang-wenang pihak AU yang memasuki pekarangan mereka dan melakukan pembongkaran tanpa ada negosiasi.

Surat pengosongan sudah menghampiri keluarga sejak 30 Oktober lalu. Namun, dari waktu itu sampai sekarang, proses negosiasi dan mediasi terus berjalan sampai akhinya ada kesepakatan untuk membawa sengketa ke Pengadilan. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya