Berita

ilustrasi, xenia

Otomotif

Xenia Dongkrak Kenaikan Penjualan Daihatsu 19 Persen

Masuk Posisi Ke-2 Di Pasar Otomotif Nasional
SENIN, 03 DESEMBER 2012 | 08:08 WIB

All New Xenia berhasil mendongkrak penjualan Daihatsu  meningkat menjadi 135.546 unit atau naik 19 persen pada Oktober 2012 dibandingkan periode sebelumnya sebanyak 113.449 unit.

MOBIL irit bahan bakar ini juga berhasil menempatkan Daihatsu pada posisi ke-2 di pasar oto­motif nasional.

Menurut Direktur Mar­keting PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra, ber­ta­hannya di posisi ke 2 mem­buk­tikan bahwa produknya sangat disukai mas­yarakat Indonesia.

“Hampir semua jenis ken­daraan mengalami peningkatan penjualan yang luar biasa dengan market share sebesar 14,7 persen. Dai­hat­su berkomitmen untuk te­rus me­ngembangkan bisnisnya di In­do­nesia,” kata Amelia di acara pe­rayaan puncak 105 tahun Dai­hat­su di Jakarta, Sabtu (24/11).

Amelia op­timistis da­pat men­capai target pen­ju­al­an tahun ini, meskipun sem­pat khawatir karena aturan kenaikan down pay­­ment (DP) mobil di­berlakukan.

All-New Xenia masih menjadi penopang penjualan Daihatsu pada Oktober 2012 dengan kon­tri­busi sebesar 6.463 unit atau 43,4 persen. Disusul Gran Max di po­si­si kedua sebesar 4.458 unit atau 30 persen. Kemudian Terios se­besar 2.691 unit atau 18,1 persen.

Di segmen sedan, All-New Sirion berhasil mencapai pen­jualan 637 unit atau 4,3 persen, diikuti Luxio dengan kon­tribusi sebesar 633 unit atau 4,3 persen dari total penjualan Dai­hatsu Oktober 2012.

Sementara retail sales Dai­hatsu mencapai angka 14.018 unit. Angka ini melonjak naik dari bulan September 2012 se­besar 13.608 unit. Sehingga un­tuk periode 10 bulan pertama retail sales -nya mencapai 134.231 unit. Angka tersebut naik 18 per­sen dibanding periode sebe­lum­nya sebesar 114.215 unit.

Ke depannya, Daihatsu akan terus lebih meningkatkan sektor kendaraan komersial de­ngan me­manfaatkan penambahan pabrik untuk memproduksi ken­daraan komersil, Gran Max lebih banyak lagi. “Ke depan kita akan me­nam­bah semua produksi Daihat­su, salah satunya Ayla, sambil me­nunggu regulasi Low Cost Green Car (LCGC),” kata Amelia.

Presiden Direktur ADM Su­dirman MR menambahkan, Dai­hatsu akan mendirikan pabrik baru untuk memproduksi mobil di kawasan industri Surya Cipta, Karawang, tahun depan.

“Pabrik baru dengan kapasitas produksi 120.000 unit, mampu memproduksi sekitar 450.000 unit mobil di Indonesia. Daihatsu juga berencana memindahkan atau mendirikan pusat riset dan pengembangan teknologi  di In­donesia,” ungkap Sudirman.

Chairman ADM Katsuhiko Okumura mengatakan, produksi kolaborasi Daihatsu dengan pe­rusahaan induknya, yaitu To­yota, Avanza dan Xenia telah menjadi mobil paling laris di Indonesia.

“Dalam perjalanan sejarah ka­mi, Daihatsu banyak membuat mo­bil kecil. Kami berhasil me­raih pen­jualan tertinggi mobil ke­cil Jepang pertama kali tahun 2006 dan bertahan selama 6 tahun berturut-turut,” ka­tanya. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya