ilustrasi, xenia
ilustrasi, xenia
MOBIL irit bahan bakar ini juga berhasil menempatkan Daihatsu pada posisi ke-2 di pasar otoÂmotif nasional.
Menurut Direktur MarÂketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra, berÂtaÂhannya di posisi ke 2 memÂbukÂtikan bahwa produknya sangat disukai masÂyarakat Indonesia.
“Hampir semua jenis kenÂdaraan mengalami peningkatan penjualan yang luar biasa dengan market share sebesar 14,7 persen. DaiÂhatÂsu berkomitmen untuk teÂrus meÂngembangkan bisnisnya di InÂdoÂnesia,†kata Amelia di acara peÂrayaan puncak 105 tahun DaiÂhatÂsu di Jakarta, Sabtu (24/11).
Amelia opÂtimistis daÂpat menÂcapai target penÂjuÂalÂan tahun ini, meskipun semÂpat khawatir karena aturan kenaikan down payÂÂment (DP) mobil diÂberlakukan.
All-New Xenia masih menjadi penopang penjualan Daihatsu pada Oktober 2012 dengan konÂtriÂbusi sebesar 6.463 unit atau 43,4 persen. Disusul Gran Max di poÂsiÂsi kedua sebesar 4.458 unit atau 30 persen. Kemudian Terios seÂbesar 2.691 unit atau 18,1 persen.
Di segmen sedan, All-New Sirion berhasil mencapai penÂjualan 637 unit atau 4,3 persen, diikuti Luxio dengan konÂtribusi sebesar 633 unit atau 4,3 persen dari total penjualan DaiÂhatsu Oktober 2012.
Sementara retail sales DaiÂhatsu mencapai angka 14.018 unit. Angka ini melonjak naik dari bulan September 2012 seÂbesar 13.608 unit. Sehingga unÂtuk periode 10 bulan pertama retail sales -nya mencapai 134.231 unit. Angka tersebut naik 18 perÂsen dibanding periode sebeÂlumÂnya sebesar 114.215 unit.
Ke depannya, Daihatsu akan terus lebih meningkatkan sektor kendaraan komersial deÂngan meÂmanfaatkan penambahan pabrik untuk memproduksi kenÂdaraan komersil, Gran Max lebih banyak lagi. “Ke depan kita akan meÂnamÂbah semua produksi DaihatÂsu, salah satunya Ayla, sambil meÂnunggu regulasi Low Cost Green Car (LCGC),†kata Amelia.
Presiden Direktur ADM SuÂdirman MR menambahkan, DaiÂhatsu akan mendirikan pabrik baru untuk memproduksi mobil di kawasan industri Surya Cipta, Karawang, tahun depan.
“Pabrik baru dengan kapasitas produksi 120.000 unit, mampu memproduksi sekitar 450.000 unit mobil di Indonesia. Daihatsu juga berencana memindahkan atau mendirikan pusat riset dan pengembangan teknologi di InÂdonesia,†ungkap Sudirman.
Chairman ADM Katsuhiko Okumura mengatakan, produksi kolaborasi Daihatsu dengan peÂrusahaan induknya, yaitu ToÂyota, Avanza dan Xenia telah menjadi mobil paling laris di Indonesia.
“Dalam perjalanan sejarah kaÂmi, Daihatsu banyak membuat moÂbil kecil. Kami berhasil meÂraih penÂjualan tertinggi mobil keÂcil Jepang pertama kali tahun 2006 dan bertahan selama 6 tahun berturut-turut,†kaÂtanya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23