Berita

Fadel Muhammad

Wawancara

WAWANCARA

Fadel Muhammad: Tiga Strategi Jitu Redam JK Di Wilayah Indonesia Timur

SABTU, 01 DESEMBER 2012 | 09:10 WIB

Kalau benar Jusuf Kalla (JK) ikut bertarung dalam Pilpres 2014, barangkali Fadel Muhammad yang paling pusing.

Sebab, Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu bertanggung ja­wab terhadap perolehan suara ca­pres partai berlambang pohon be­ringin tersebut di wilayah In­donesia timur.

“Saya akui pak JK memang punya basis massa di Indonesia ti­mur. Tapi nggak usah dikha­watirkan bila nanti pak JK benar-benar maju,’’ papar be­kas Men­teri Kelautan dan Peri­kanan itu.

Berikut kutipan selengkapnya;


Ah, masa nggak khawatir, bu­kankah nantinya suara Par­tai Golkar terbelah?

Ya, tidak perlu terlalu dikha­watirkan, meski saya akui pak JK, BJ Habibie, dan saya representasi Golkar Indonesia Timur.


Kenapa nggak khawatir?

Basis massa Partai Golkar se­lalu di­perkuat untuk menyalurkan as­pi­rasi politiknya kepada capres Par­tai Golkar, Aburizal Bakrie. Itu te­rus disosialisasikan ke akar rumput.


Apa yang Anda perbuat?

Saya akan perkuat suara Golkar wilayah  Indonesia timur untuk me­menangkan pemilu legislatif, ter­masuk memperkuat basis massa untuk mendukung Pak Abu­rizal Bakrie dalam pilpres nanti. Saya tetap yakin, kami menang di wila­yah Indonesia timur untuk pemilu legislatif dan pemilu presiden.


Masalahnya pendukung JK sangat banyak di sana, ini ba­gai­mana?

Kita tidak bisa mengkebiri atau menghalangi pak JK maju dalam Pilpres. Tapi ini juga belum ter­jadi. Namun saya sudah an­tisipasi.


Apanya yang diantisipasi?

Ya, diantisipasi kalau pak JK benar-benar maju. Perolehan suara untuk Partai Golkar dan ca­pres Partai Golkar untuk wilayah Indonesia timur tanggung jawab saya.  Makanya saya akan berusaha menjaga suara Golkar tetap besar dalam pemilu legislatif hingga pilpres nanti.


Apanya yang diantisipasi?

Ya, diantisipasi kalau pak JK benar-benar maju. Perolehan suara untuk Partai Golkar dan ca­pres Partai Golkar untuk wilayah Indonesia timur tanggung jawab saya.  Makanya saya akan berusaha menjaga suara Golkar tetap besar dalam pemilu legislatif hingga pilpres nanti.


Konkretnya seperti apa?

Tentu sudah saya siapkan tiga strategi jitu untuk meredam ke­kuatan pak JK di wilayah Indone­sia timur untuk memenangkan capres Partai Golkar.

Pertama, saya akan menjelas­kan kepada pemilih agar tetap konsisten dengan keputusan DPP. Yakni tetap memilih Partai Gol­kar di Pileg dan memilih calon pak Aburizal Bakrie di Pilpres.

Kedua, berusaha agar seluruh program-program pak Aburizal Bakrie yang menonjol dijalankan dengan baik, hingga menyentuh masyarakat di lapisan bawah di wilayah Indonesia timur

Ketiga, saya akan kumpulkan tokoh wilayah Indonesia timur un­tuk bertemu langsung dan ber­dia­log dengan pak Aburizal Ba­krie. Ke­­mudian saya akan hidup­kan kem­bali semboyan Indonesia timur yang dulu sempat terkenal yakni me­nangkan Irian, Maluku, Su­la­wesi dan Kaliman­tan (Iramasuka).


Kalau tiga strategi itu dila­kukan, bukankah masih signi­fikan pengurangan suaranya jika JK maju?

Oh, tidak. Tahun 1999 hingga 2009, suara Partai Golkar di selu­ruh Sulawesi turun hingga 38 per­sen. Sementara di Kalimantan, Maluku dan Papua suara Partai Golkar masing-masing turun 12 persen dan 13 persen.


Melihat hal itu, prediksi pengurangan suara secara sig­nifikan karena pak JK ini sebe­narnya tidak terbukti.

Betul ada pengurangan, tapi ti­dak signifikan. Buktinya ke­tika pak JK menjadi Ketua Umum Par­tai Golkar ternyata ada penu­runan dan pada Pil­pres, pak JK hanya menang di Go­rontalo dan Sulawesi Sela­tan. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya