PT Andalas Televisi (ANTV)
PT Andalas Televisi (ANTV)
Grup Bakrie berencana menjuÂal salah satu jaringan medianya, yakni stasiun televisi ANTV unÂtuk membiayai utang yang jaÂtuh tempo serta memperkuat bisÂnis utamanya di bidang batubara melalui PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
“Bakrie menjual ANTV untuk selamatkan BUMI,†ujar salah satu pelaku pasar modal di JakarÂta, kemarin.
Sumber eksekutif tersebut meÂnyatakan, ANTV kemungkinan besar akan dijual kepada komÂpeÂtitorÂnya, SCTV, yang dikuasai taiÂpÂan keluarga Sariaatmaja. SaÂyangnya, sumber itu tak menjeÂlasÂkan lebih detil skema tranÂsaksi tersebut. Dia hanya meÂnyebutÂkan, penasihat keuangan aksi korÂpoÂrasi Bakrie adalah CreÂdit Suisse.
Kalangan analis menyatakan, perÂgerakan saham-saham yang teÂrafiliasi dengan kelompok usaÂha Bakrie saat ini memang leÂbih sering membuat investor jantuÂngan. Padahal, sekitar lima taÂhun lalu, saham-saham tujuh samuÂrai, istilah beken untuk tujuh saham Grup Bakrie yang sudah masuk bursa saat itu, terÂmasuk saham yang paling diganÂdrungi investor.
Pada 2007, saat bursa saham JaÂkarta pertama kalinya menÂcetak nilai transaksi hingga meÂnyentuh Rp 11 triliun, perdagaÂngan saat itu antara lain didorong oleh dua saham emiten kelompok Bakrie, yakni saham PT BakÂrie and Brothers Tbk (BNBR) dan PT BakÂrieland Development Tbk (ELTY).
Bahkan, saham-saham emiten yang terafiliasi Bakrie sempat menguasai indeks saham IndoÂnesia. Asal tahu saja, pada 2008, kapitalisasi pasar saham emiten yang terafiliasi Bakrie sempat menÂcapai 30-40 persen dari total kapitalisasi pasar saham IndoneÂsia. Beberapa saham Grup BakÂrie juga pernah masuk dalam daftar 25 saÂham dengan kapitaliÂsasi paÂsar terÂbesar di bursa saÂham IndoÂnesia.
Maklumlah, secara fundamenÂtal, sebenarnya kondisi emiten yang terafiliasi kelompok usaha Bakrie ini tidak buruk. Bumi ReÂsources merupakan perusahaan batuÂbara dengan produksi dan tambang terbesar. Jangan lupa, Bumi masih menguasai Kaltim Prima Coal dan Arutmin IndoneÂsia, tambang batubara terbesar di Indonesia.
Namun kini, menurut Kepala Riset BNI Securities Norico GaÂman, keadaannya berbalik 180 derajat. Total kapitalisasi pasar 11 saham emiten yang terafiliasi BakÂrie kini hanya tersisa sekitar Rp 66,88 triliun atau sekitar 1,74 persen dari total kapitalisasi pasar saham. Kalangan analis kebanyaÂkan memilih menyarankan invesÂtor menghindari saham-saham yaÂng terafiliasi Bakrie.
Grup Bakrie memang tengah keÂÂsulitan pendanaan. Laporan keÂuangan BNBR audit 2011 meÂnyeÂbutkan, total utang BNBR menÂcapai Rp 5,4 triliun. Dari total utang itu, sebesar Rp 295 miliar jatuh tempo tahun ini yang berÂasal dari transaksi repo.
Selain itu, BNBR juga harus melunasi utang 437 juta dolar AS (Rp 4,3 triliun) dari 20 kreditur interÂnaÂsional yang digalang CreÂdit Suisse, menyusul harga saÂham Bumi Plc turun dari yang diÂseÂpakati.
Bakrie Group memang mengÂuaÂsai PT Visi Media sebagai peÂrusahaan yang mengoperasiÂkan stasiun TV One dan ANTV serta portal vivanews.com. DaÂlam deÂbutnya di pasar modal, Visi MeÂdia meraup Rp 640 miÂliar melalui penawaran umum saÂham perdana (initial public offÂering/IPO).
Ketika dikonfirmasi, Vice PreÂsident Bakrie Group Christopher Fong enggan menjelaskan lebih lanjut soal rencana Bakrie menÂjual ANTV kepada SCTV.
“Dalam pekan ini Viva akan mengumumkan atas aksi korÂpoÂrasi tersebut,†kata Fong singkat.
Sementara Direktur Bumi ReÂsources Dileep Srivastava mengÂungkapÂkan, penjualan ANTV oleh BaÂkrie Group tidak ada hubuÂnganÂnya dengan BUMI. ‘Tidak ada kaitannya dengan BUMI,†kata Dileep kepada Beritasatu. com, Selasa (27/11).
Sedangkan pihak PT Visi MeÂdia membantah kabar yang meÂnyebutkan stasiun televisi ANTV akan dijual ke kompetiÂtorÂnya PT Elang Mahkota TekÂnologi, peÂmeÂÂgang saham mayoÂritas SCTV.
“Tidak ada rencana itu,†bantah Presiden Direktur Visi MeÂdia Erick Thohir.
Dia menjelaskan, hingga kini Visi Media belum berencana meÂlakukan tindakan apapun soal penÂjualan salah satu stasiun TV. Begitu halnya dengan pihak yang dijajaki, Erick menegasÂkan, Visi Media tengah memperÂsiapkan unÂtuk mengeluarkan keÂterangan pers guna menanggapi kabar terÂsebut. Hingga kemarin, saham Visi Media berkode VIVA terÂgeÂrus Rp 20 (3,2 persen) menÂcapai Rp 600.
Sementara staf pribadi AbuÂriÂzal Bakrie, Lalu Mara SatriÂwangÂsa, mengaku belum menÂdengar renÂcana penjualan ANTV ke SCTV. “Anda dengar dari mana? Saya saat ini hanya kosentrasi di Partai Golkar,†tukasnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34