MS Hidayat
MS Hidayat
Menurut Hidayat, yang menÂjadi pertanyaan buat pengusaha saat ini adalah kenapa buruhnya demo. “Berarti itu ada ketiÂdakÂharÂmonisan antara pengusaha dan buruhnya. Jika itu bisa diÂseÂleÂsaikan di internal mereka (buÂruh) pasti tidak demo,†kata Menperin di kantornya, kemarin.
Menteri asal Partai Golkar ini meÂngatakan, pengusaha bisa meÂngajukan keberatan dan meminta penangguhan ke KemenÂterian Tenaga Kerja dan Transmigarasi (Kemenakertrans) atas UMP 2013. Tapi, dia juga meminta para pengusaha tidak main ancam. KaÂlau terus main ancam tidak akan pernah ketemu solusinya.
“Tidak benar juga banyak inÂvestor yang akan cabut dari InÂdonesia, justru yang ada makin banyak yang masuk,†ucapnya.
Hidayat membandingkan deÂngan masalah hubungan kerja peÂngusaha dan buruh yang terÂjadi di Jepang. Menurut dia, maÂsalah itu membutuhkan waktu 10 tahun untuk bisa selesai. Namun, piÂhakÂnya juga terus berusaha meÂÂningÂkatkan hubungan kerja buruh dan pengusaha.
Sekjen Asosiasi Perstekstilan Indonesia (API) Ernovian G Ismy mengatakan, penetapan UMP saat ini lebih banyak unsur poÂlitiknya. Dalam penetapan UMP 2013 sudah tidak berÂorientasi mempertemukan kepenÂtingan pengusaha dan buruh.
Padahal, dalam aturannya peÂneÂtapan upah harus melibatkan tiga pihak, yakni pekerja, penguÂsaha dan pemerintah atau triÂpatrit. Tapi, keberatan penguÂsaha tidak menjadi pertimÂbaÂngan lagi dan pemerintah langÂung mengeÂtok palu.
Menurut Ernovian, saat ini peran pemerintah tidak lagi seÂbagai regulator yang bisa dan wajib menciptakan win-win soÂlution antara pekerja dengan peÂngusaha. Yang terjadi, pemeÂrintah malah terjebak dalam keÂberÂpiÂhakan, bahkan pekerja dan peÂngusaha dibuat berbenturan.
“Ini cermin ketidakjelasan keÂbijakan pengupahan di IndoÂneÂsia,†katanya, kemarin.
Dengan kondisi ini, kata dia, jangan berharap akan terjadi perÂtumbuhan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional taÂhun depan. Bagi industri tekstil, UMP 2013 akan sangat memÂbeÂratkan kinerja dan menambah beÂban biaya produksi. Apalagi saat ini industri harus bersaing dengan produk-produk impor. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34