ilustrasi, Impor Daging
ilustrasi, Impor Daging
Deputi Bidang Statistik ProÂduksi Badan Pusat Statistik (BPS) Adi Lumaksono mengatakan, sebenarnya pemerintah tidak perÂlu melakukan impor untuk meÂngantisipasi kelangkaan daÂging di Jabodetabek. Yang harus dilaÂkukan pemerintah adalah baÂgaiÂmana pemecahan masalah disÂtribusi.
“Pasokan daging kita banyak, tapi adanya di wilayah NTB (NuÂsa Tenggara Barat). Yang jadi maÂsalah transportasi yang memÂbawanya ke sana,†kata Adi saat workshop wartawan BPS di Cipanas, akhir pekan lalu.
Menurut dia, hasil penyeliÂdikÂan Ditjen Peternakan KemenÂterian Pertanian, ditemukan maÂsalah utama kelangkaan daging karena terhambatnya pengiriman pasokan dari daerah penghasil sapi seperti NTB.
NTB bisa mengirim 1.000 sapi tapi tidak ada kapal yang bisa membawanya. Apalagi ongkos untuk membawa sapi dari NTB ke Jakarta di atas Rp 10 juta.
“Kapal-kapal besar harus tranÂsit di Jawa Timur. Untuk itu, ke deÂpan distribusinya harus diperÂbaiki,†ujar Adi.
Hambatan lainnya, lanjut Adi, yakni peternak tidak mau menÂjual sapinya. Banyak peternak yang menjadikan sapi bukan koÂmoditi, tapi sebagai lambang keÂkayaan. Karena itu, langkah yang harus dilakukan adalah memÂbangun ruÂmah potong heÂwan di daerah pengÂhasil sapi.
Menurut pantauan BPS, hingga saat ini harga daging sapi di wiÂlayah Jakarta mulai kembali ke harga stabil. Pihaknya mencatat harga sudah mulai turun jadi Rp 90.000 dari sekitar Rp 125.000.
Adi menegaskan, meski keÂbutuhan daging dipasok dari imÂpor, tapi pemerintah harus segera meningkatkan produksi dalam neÂgeri. “Swasembada daÂging berÂtujuan untuk menguatÂkan keÂmamÂÂÂpuan mengonsumsi barang proÂduksi sendiri,†ucapnya.
Data BPS mencatat, konsumsi daging pada 2011 mencapai 449.000 ton. Sementara produksi daging lokal mencapai 292.000 ton dan daging impor mencapai 34,9 persen atau 157.000 ton daging.
Pada 2012, konsumsi daging akan mencapai 484.000 ton deÂngan produksi daging lokal menÂcapai 390.000 ton dan sebanyak 85.000 ton daging sapi impor. Kemudian pemerintah menamÂbah alokasi impor daging sapi sebanyak 7.000 ton, sehingÂga total impor daging sapi tahun ini 92.000 ton.
Pemerintah menilai, stok daÂging sapi untuk kebutuhan dalam negeri ternyata masih terbatas. Alhasil, pemerintah berencana unÂtuk memperbesar kuota impor daging sapi untuk 2013.
Ketua Komisi IV DPR RomaÂhurmuziy meminta pemerintah tidak menambah kuota impor daging sapi guna mengatasi lonÂjakan harga yang tidak wajar akhir-akhir ini.
Penambahan kuota impor menÂjadi opsi terakhir bila upaya peÂmerintah untuk meminta para importir melepas stok daging dan sapi bakalan ke pasar, tidak berÂhasil menekan membuÂbungÂnya harga. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34