Berita

ilustrasi, M-Class

Otomotif

Mercy Siap Rakit M-Class Di Bogor

Perkuat Pasar SUV Dengan Komponen Lokal
SENIN, 26 NOVEMBER 2012 | 08:19 WIB

PT Mercedes-Benz Indonesia (MBI) mulai memperkuat pasar Sport Utility Vehicle (SUV) dengan merakit mobil seri M-Class di pabrik Mercy, Weherang, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Produk yang pertama kali dirakit adalah ML 350 4MATIC.

Kendaraan mewah asal Jer­man ini akan dirakit dengan menggunakan komponen lokal yang bisa men­dongkrak pen­jual­an Mercy.

Chief Exe­cutive Officer Mer­cedes-Benz Claus Weidner me­nga­takan, iklim investasi di In­donesia cenderung kondusif bagi per­tumbuhan bisnis Mercy.

“Mercy berkomitmen mel­a­kukan ekspansi seiring dengan perkembangan perekonomian di Indonesia maupun dunia,” ung­kapnya di Bogor, Rabu (21/11).

Produksi ML 350 di pabrik Weherang ini diklaim didukung oleh para ahli dari Jerman dan Amerika Serikat (AS) yang telah memberikan pelatihan pada pro­ses perakitan dan persyaratan mu­tu dengan standar tertinggi. In­frastrukturnya dibangun dengan jalur produksi dan teknologi baru.

“Tahun ini merupakan tahun yang baik bagi pertumbuhan Mercy. Setelah peluncuran ML 350 4MATIC pada pertengahan tahun ini, kami segera me­mu­tuskan merakit secara lokal seri M-Class dengan detail dan ku­alitas sempurna,” ujar Weidner.

Menurutnya, perakitan seri M-Class di Indonesia merupakan agenda terbesar akhir tahun ini. Mercy telah menanamkan in­ves­tasi sekitar 30 juta euro atau se­tara Rp 372,3 miliar di Indo­nesia sejak tahun 2010 hingga 2012.

“Total investasi ini tidak ha­nya digunakan untuk mening­katkan produksi, tetapi juga un­tuk in­fra­struktur dan lain-lain. Ke depan bukan hanya seri M-Class yang diproduksi, jenis C-Class, E-Class, dan S-Class akan segera di produksi,” tuturnya.

Dia berharap, iklim investasi bisa berkembang dengan baik jika ada dukungan pemerintah.

“Kami harap inisiatif ini me­rupakan berita meng­gembirakan bagi stakeholders pecinta mobil Mercedes-Benz,” ujar Weidner.

Sementara untuk produksi ML 350 telah menggunakan mesin bensin dengan sistem injeksi langsung. Mesin kendaraan me­wah ini berkapasitas 3.0-liter V6.

Kendaraan ini diklaim telah me­menuhi standar uji emisi ting­gi dengan standar Euro (EU5). Bah­kan, ML 350 mampu me­ngu­rangi konsumsi bahan bakar de­ngan signifikan ke­timbang seri M-Class sebelumnya.

Namun, menurut Weidner, ken­daraan ini belum meng­gu­nakan komponen lokal. Mer­ce­des-Benz Indonesia akan lebih ba­nyak menggunakan komponen lokal di kendaraan komersial dengan porsi 25 persen. Hingga akhir tahun ini, ML 350 ditar­getkan akan diproduksi hingga 30 unit dan akan dirilis pada awal 2013.

Deputi Bidang Pelayanan Pe­na­naman Modal Badan Ko­or­di­nasi Penanaman Modal (BKPM)  Ah­mad Kurniadi me­nga­takan, eks­pansi Mercy me­lalui pabrik­nya ini  merupakan hal yang pen­ting dalam men­dorong peru­sahaan otomotif lain menanam­kan in­vestasinya di Indonesia.

“Indonesia menjadi tujuan uta­­ma investasi, khususnya pe­ru­sa­haan otomotif. Saat ini, su­dah ada beberapa perusahaan asal Eropa, Asia seperti Jepang dan Korea siap memperluas usa­hanya ke Indonesia. Investasi ini juga ber­dampak pada penyerap­an tenaga kerja yang lebih ba­nyak,” kata Ahmad. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya