Kementerian Keuangan (Kemenkeu)
Kementerian Keuangan (Kemenkeu)
“Saya kira apa yang disamÂpaiÂkan Menkeu Agus MartoÂwardoÂjo sudah tepat. Kita akan terus meÂngawasi ketat usulan anggarÂan oleh kementerian/lemÂbaga agar tidak terjadi proyek asal-asalÂan,†kata anggota KoÂmisi V DPR SaÂleh Husen, Jumat (23/11).
Menurut Saleh, pengawasan khuÂÂsusnya akan dilakukan terÂhaÂdap proyek-proyek yang berÂada daÂlam ruang lingkup komiÂsinya. Yakni perhubungan, telekoÂmuniÂkasi, pekerjaan umum, peruÂmahÂan rakyat dan pemÂbangunan peÂdesaÂan serta kawasan tertinggal.
Kendati begitu, dia mengklaim semua proyek K/L yang berada di bawah koÂmisinya sudah sesuai meÂkanisme. Namun, dia tidak meÂÂÂngelak masih adanya kemungÂkiÂnan proyek yang belum tepat saÂÂsaran. “Kementerian atau LemÂbaga yang bersangkutan harus bisa memÂpertanggungÂjaÂwabkan proÂyek yang tidak teÂpat sasaran itu,†tegas Saleh.
Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo belum lama ini menyatakan, pihaknya tidak akan sembarangan memberikan proyek untuk belanja modal. MeÂÂnurutnya, proyek yang diajuÂkan harus berkualitas, mengingat caÂtatan belanja modal negara baru mencapai 44 persen.
“Pemerintah akan terus meÂlaÂkukan program penghemaÂtan yang telah berhasil memÂperÂoleh dana sekitar Rp 25 triliun. Dana tersebut rencananya akan disaÂlurkan untuk pembangunan daeÂrah, pusat, sekolah dan lain-lain melalui proyek yang tidak asal-asalan,†kata Agus.
Menurut dia, pemerintah harus menonjolkan kinerja yang lebih baik. Namun, dari sisi Kemenkeu akan terus meyakinkan bahwa belanja modal negara dialokasiÂkan untuk progress yang baik.
“Jika ada dokumen proyek yang tidak baik, ya anggaran unÂtuk proyek itu tidak akan diÂcairÂkan. Tapi, jika memang proÂyek itu bagus, maka Kemenkeu siap mencairkan. Karena kita tiÂdak bisa membangun tanpa meÂluÂpakan kualitas,†ujar Menkeu.
Dia menambahkan, secara umum sekarang belanja modal naik 4 persen ketimbang periode yang sama di tahun sebelumnya. Kondisi ini akan menciptakan ruang yang dapat digunakan unÂtuk bantalan fiskal ke depan.
Pengamat ekonomi dari InÂstiÂtute for Development of EcoÂnoÂmics and Finance (Indef) Ahmad Erani Yustika mengataÂkan, kiÂnerja pemerintah hingga kini beÂlum ada perbaikan karena masih rendahnya kualitas dan kuantitas penyerapan anggaran belanja negara.
“Kinerja buruk pemerintah daÂlam menyerap anggaran sebeÂnarnya sudah berlangsung sejak lima tahun lalu. Jika tidak ada upaya keras meningkatkan peÂnyerapan anggaran, tidak menuÂtup kemungkinan pencaÂpaian tarÂget pertumbuhan ekoÂnomi akan lebih buruk pada triÂwulan IV 2012 dibanding triÂwulan seÂbeÂlumÂnya,†jelas Erani.
Terlebih, meningkatnya perÂtumÂÂbuhan ekonomi mempunyai dampak positif bagi pemÂbanguÂnan nasional. Itu sebabnya, Erani setuju dengan sikap MenÂkeu yang tak mau menyetujui proÂyek asal-asalan. Apalagi samÂpai seÂkarang penyerapan angÂgaran oleh K/L masih buruk.
“Perlu ada pengawas dalam hal tersebut (penyaringan proyek yang asal-asalan) agar tidak keÂcolongan. Dengan begitu proÂyek yang direncanakan kemenÂterian/lembaga benar-benar tereaÂlisasi dan tepat sasaran,†ujarnya.
Meski demikian, Erani memÂprediksi, pertumbuhan ekonomi 2012 secara kumulatif hanya akan mencapai 6,3 persen. MeÂngÂingat, tingkat pemulihan krisis ekonomi di kawasan Eropa masih diliputi ketidakpastian.
“Hingga saat ini krisis belum bisa diatasi, begitu pula masalah ekspor kita yang semakin turun,†ujar Guru Besar Universitas BraÂwijaya, Malang ini.
Erani juga berpendapat, lamÂbatnya penyerapan anggaran diÂserÂtai kualitasnya yang meraÂgukan, di antaranya terkait kenÂdala dalam proses pencairan oleh K/L. Salah satunya akibat pemÂbahasan rencana kerja dan peÂnganggaran di DPR yang berlaÂrut-larut.
“Tahun ini memang pemeÂrinÂtah masih sulit untuk mencapai target penyerapan anggaran. TaÂpi tahun depan, diharapkan kondiÂsinya bisa lebih membaik. ApaÂlagi bila ditunjang peneÂraÂpan proÂyek yang tidak asal-asalÂan. MasÂyarakat tentunya menÂdapat manÂfaat dari pembangunÂan yang nyaÂta,†tuturnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34