Berita

imam nahrawi/ist

Politik

Dipo Alam, Negara Sudah Ruwet Jangan Ditambah Salto Tak Jelas

KAMIS, 22 NOVEMBER 2012 | 15:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA


Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa Imam Nahrawi tak aneh dengan sikap dan tindakan Seskab Dipo Alam yang suka bermanuver seenaknya ketimbang berkoordinasi dengan presiden SBY. Pengumuman dan pelaporan mengenai kongkalikong anggaran di tiga kementerian kepada KPK merupakan manuver kesekian kalinya yang dilakukan oleh Dipo.

"Dulu pernah mengumumkan kepala daerah atau DPR yang berasal dari kader partai terlibat korupsi. DPP PKB sudah mengirim surat resmi untuk minta nama-nama itu, alhamdulillah sampai sekarang belum dikasih," kata Imam kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis (22/11).

Semestinya Imam mengingatkan, sebagai anggota kabinet Dipo menasehati dan berwasiat dengan cara yang baik dan etis, misalnya melaporkan segala sesuatu kepada presiden SBY dan menggunakan forum-forum pas di kabinet untuk membicarakannya. Bukan dengan cara merilisnya ke publik sementara bukti atau fakta-fakta yang menguatkan tuduhan tersebut tidak ada.

"Itu maknanya Pak Dipo lempar batu sembunyi tangan. Tapi begitulah Pak Dipo," imbuh dia.

"Sudahilah Pak Dipo, negara ini sudah ruwet, jangan lagi ditambahi salto yang gak jelas lagi," tandas Imam. [dem]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya