ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Kepala Ekonom Bank Mandiri DesÂtri Damayanti mengatakan, keÂnaikan Upah Minimum PeÂkerja (UMP) tentu menjadi angin seÂgar bagi para pekerja. Terlebih bagi pekerja di kelas meÂnengah ke bawah karena meÂreka mengÂhaÂsilkan aktivitas konÂsumÂsi cuÂkup besar.
“Saya kira deÂngÂan peningkatan (UMP) terÂsebut, maka konsumsi domestik kita akan meningkat. Karena akan terjadi perputaran uang yang cukup cepat,†katanya di Jakarta, kemarin.
Namun sebagai imbasnya, lanÂjut Destry, sekÂtor indusri pasti akan terkena dampak kenaikan UMP. Biaya opeÂrasional perusaÂhaan bakal memÂbengkak, terutaÂma untuk memÂbayar upah pekerÂja. Karena tidak semua inÂdusÂtri mampu mÂenerapkan kebijakan tersebut. Terlebih industri yang sifatnya padat karya.
“Kenaikkan upah buruh akan menambah beban pada industri, terÂutama pada industri yang meÂmiliki banyak pekerja (labour inÂÂtensive). Industri jenis ini diÂÂpasÂtiÂkan mendapat pukulan telak kaÂreÂna beban belanja pegaÂwainya berÂÂtamÂbah hingga 20 perÂsen,†tuÂturnya.
Ketua Umum Asosiasi PeÂnguÂsaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menegaskan, peÂmeÂrinÂtah baik pemerintah pusat mauÂpun daerah terlihat tunduk paÂda tekanan massa. Ini dikarenakan seÂmuanya ingin menÂdapat poÂpulariÂtas, apalagi kalau menÂterinya dari partai politik.
“Ia biÂcara dan membuat kepuÂtusÂan pasÂti ingin mencari simpati buÂruh, biar dilihat seakan memÂbela buÂruh,†sindir Sofjan.
Diakui Sofjan, kenaikkan UMP seperÂti ini membuat banyak peÂngusaha kaÂbur ke negara-negara lain dan UMKM banyak yang gulung tiÂkar. Makanya, akan terÂjadi peÂnuÂrunan produksi peruÂsahaan kaÂlau permintaannya tuÂrun dan struktur biaya produksi tidak masuk diÂbanÂding harga jual.
Menteri Tenaga Kerja dan TransÂÂmigrasi Muhaimin Iskandar meÂnilai, UMP sebesar Rp 2,2 juta sudah pas diterapkan di Jakarta.
MenuÂrut Cak Imin, sapaan Muhaimin, setelah UMP JaÂkarÂta ditetapkan, pengÂusaha mesti seÂcepatnya menyiapÂkan perenÂcaÂnaan keÂuangan. Dia juga meÂminÂÂta momentum keÂnaikan UMP ini agar dijadikan buÂruh untuk meÂningkatkan kuaÂlitas kerja.
Dikatakan, perusahaan yang tak mampu menyesuaikan pemÂbayaran gaji peÂgawai sesuai UMP, sesuai UnÂdang-Undang KeteÂnagakerjaan, biÂsa mengaÂjukan penangguhan. PeÂrusahaan juga diminta menÂjalin komuniÂkasi dengan pekerÂjaÂÂnya soal keÂtidakmampuan memenuhi UMP.
“Jangan baÂwa masalah internal ke luar peÂruÂsahaan,†kata Ketua Umum PKB itu.
Menurut Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan InÂdusÂtri (Kadin) Bidang PerÂdaÂgangan, Natsir Mansyur, keÂnaikÂan UMP dan UKM samÂpai 30 persen jelas merugikan peÂlaÂku UMKM.
“Saya yakin baÂnyak UMKM lock out dan beralih menjadi penÂjual barang impor,†ujar Natsir.
Seperti diketahui, sebagian koÂta besar di Indonesia sudah meÂmatok angka UMP untuk tahun 2013. Salah satunya DKI Jakarta yang menaikkan UMP menjadi Rp 2,2 juta, naik 44 persen dari tahun lalu yang hanya Rp 1,5 juta.
BeÂsaran UMP itu sedikit lebih kecil dari yang ditetapkan Dewan PeÂngupahan tanpa kehadiran peÂngusaha, yakni Rp 2,216 juta. SeÂdangÂkan di Daerah Istimewa YogÂÂÂyakarta, besaran UMK di maÂsing-masing kabupaten/kota, Rp 1.065.247 untuk Kota YogÂyaÂkarta, Kabupaten Sleman Rp 1.026.181, Bantul Rp 993.484, KuÂÂÂlonprogo Rp 954.339 dan GuÂnungÂkidul Rp 947.114. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34