Berita

ilustrasi, rusun

Bisnis

Menpera Minta Menkeu Setujui Anggaran Rusunawa Ciliwung

Terganjal Izin Bangunan, Djan Faridz Gandeng Jokowi
KAMIS, 22 NOVEMBER 2012 | 08:08 WIB

.Proyek rumah susun sewa (rusunawa) di bantaran kali Ciliwung masih terganjal masalah lahan, izin bangunan dan anggaran. Untuk memuluskan proyek itu, Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz menggandeng Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) guna mempercepat pembangun rusunawa Ciliwung.

Sekitar 34.000 orang akan direlokasi ke 22 tower rusunawa.

Menpera berharap, Jokowi bisa membantu mempercepat pro­yek ini. Apalagi, jasa Djan Fa­ridz sa­ngat besar atas keme­nangan pa­sangan Jokowi Wido­do-Basuki Tjahja Purnama se­ba­gai Gu­ber­nur dan Wagub DKI Jakarta.

Wakil Ketua Komisi V DPR bi­dang Perumahan Nursyirwan Soe­­jono mengingatkan pemerin­tah untuk tidak hanya memba­ngun rusunawa. Tetapi in­fra­struk­turnya juga harus diperkuat. Di antaranya masalah izin ba­ngu­nan, status lahan, dampak ling­kungan, keasrian lingkungan dan keselamatan penghuni di rusu­nawa harus jelas.

“Masalah ini yang harus diper­ha­tikan. Artinya, tak hanya mem­­bangun rusunawa, tapi masalah yang berkaitan dengan ling­ku­ngan dan keselamatan peng­huni mesti diperhatikan. Sehingga program ini benar-be­nar bisa di­rasakan rakyat kecil yang berada di bantaran sungai Ciliwung,” tegas Nusyirwan.

Politisi PDIP ini mengatakan, rusunawa sangat dinanti ma­s­yarakat kecil untuk men­da­pat­kan hunian yang layak. Men­pera di­harapkan bisa mereali­sasikan proyek ini tepat waktu.

“Selama ini program peru­ma­han banyak jalan di tempat. Ker­ja sama dengan stakeholder di­lakukan sana-sini, tetap saja program minim realisasi. Bu­tuh keseriusan peme­rintah dalam me­realisasikan prog­ram rumah un­tuk rakyat kecil,” cetusnya.

Menpera, katanya, harus mem­perkuat koordinasi dengan Ke­menterian Pekerjaan Umum (PU) dalam membangun rusunawa. Selain memiliki pengalaman, pembangunan rusunawa akan lebih berkualitas dan nyaman.

“Harus ada koordinasi antara dua kementerian tersebut. Pro­yek ini ha­rus diawasi supaya ti­dak ada pe­nyimpangan yang me­ngarah pada korupsi,” warning-nya.

Selain rusunawa, Menpera juga diminta menyelesaikan pemba­ngu­nan rumah murah yang ada di daerah. Sebab, ba­nyak rumah murah di daerah yang ditelan­tar­kan alias tidak diurus pem­ba­ngunannya.

“Kesediaan rumah murah ha­rus digenjot lagi dengan ko­mit­men agar angka backlog ru­mah bisa ditekan dan rakyat bisa me­miliki rumah,” katanya.

Anggota Komisi V DPR Mar­wan Jafar mengatakan, sinergi dengan Pemda DKI sa­ngat pen­ting untuk memudahkan pem­bangunan rusunawa baik pro­ses perizinan, lahan dan lainnya.

“Saya kira birokrasi yang menghambat program peru­ma­han untuk rakyat  mesti dipang­kas. Dengan kerja sama ini, pe­merintah diharapkan mampu mem­berikan ruang bagi masya­rakat berpenghasilan rendah (MBR) mendapatkan hunian yang layak,” kata Marwan.

Deputi Bidang Perumahan For­­mal Kemenpera Paul Marpa­ung meminta Kementerian Ke­uangan (Kemenkeu) bisa segera me­nye­tujui anggaran dalam proyek ru­sunawa yang akan di­bangun pada 2013.

“Kami masih menunggu pro­ses persetujuan anggaran dari Ke­menkeu, sambil menunggu pro­ses legalitas izin mendirikan ba­ngu­nan (IMB), tata ruang, anali­sis menge­nai dampak ling­kungan (amdal) dan status ke­pemilikan tanah di kawasan ter­sebut,” jelas Paul.

Menpera Djan Faridz menga- ta­kan, pemba­ngu­nan rusunawa ada di delapan titik sungai Ci­liwung. Di satu titik akan me­miliki tiga tower berbentuk U dan totalnya akan akan berjum­lah 22 tower.

Menurut Djan, setiap tower ter­diri dari 900 unit. Konstruk­sinya akan ber­diri 15 meter di atas su­ngai, se­hingga tidak akan meng­ganggu aktivitas perawat­an su­ngai. Se­luruh tower di­targetkan mampu menampung 34 ribu war­ga di ban­taran su­ngai Ciliwung.

“Kami jamin rusu­nawa itu akan me­menuhi persya­ra­tan teknis kebersihan untuk meng­hindari kesan kekumuhan,” kata bekas Se­nator DKI Jakarta itu. [Harian  Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya