Berita

martin hutabarat/ist

Martin Hutabarat: Yang Salah Kalau KPK Tetapkan Boediono Tersangka

RABU, 21 NOVEMBER 2012 | 10:19 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pernyataan Ketua KPK yang menyebut lembaganya tak bisa memproses hukum mantan Gubernur BI, Boediono, karena masih menjabat Wakil Presiden, jadi kontroversi.

Beberapa anggota DPR menyebut Abraham Samad tidak mengerti konstitusi akibat pernyataannya itu. Sebagian lagi mengatakan, Samad sudah pas memposisikan sikap. Anggota Komisi III DPR, Martin Hutabarat, mengaku tidak sreg dengan pernyataan bekas aktivis LSM anti korupsi itu.

"Boediono bisa diminta keterangan oleh KPK, tapi tidak menjadi tersangka. Pernyataan Ketua KPK saya kira tidak pas," katanya kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu.


Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra itu lanjutkan, tidak ada yang salah bila KPK meminta keterangan dari Boediono, apalagi terkait kasus Bank Century yang memakan triliunan rupiah uang rakyat.

"Tidak ada konstitusi atau aturan hukum yang dilanggar. Yang salah adalah kalau KPK menetapkannya sebagai tersangka," tegasnya.

Jabatan Presiden maupun Wapres hanya bisa diusik secara politik oleh DPR untuk memberikan pendapat, itu pun sesudah DPR memanggil KPK dalam suatu rapat khusus dan memperoleh informasi yang lengkap mengenai hasil pemeriksaan KPK terhadap Boediono.

Apabila DPR berkesimpulan Presiden atau Wapres bersalah, DPR pun hanya bisa menyerahkan kasus itu kepada Mahkamah Konstitusi untuk memeriksa kasus secara hukum. Apabila MK berkesimpulan Wapres bersalah, barulah DPR berhak mengajukan ke MPR agar Wapres diberhentikan.  [ald]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya