Berita

Salim Segaf Al Jufri

Wawancara

WAWANCARA

Salim Segaf Al Jufri: Tulungagung Contoh Sukses Atasi Wanita Tuna Susila

RABU, 21 NOVEMBER 2012 | 08:54 WIB

.Tahun ini Tulungagung berhasil bebas dari lokalisasi wanita tuna susila (WTS). Ini terjadi, salah satunya berkat bantuan yang diberikan Kementerian Sosial (Kemsos). Kini ratusan bekas wanita penjaja seks yang ada di wilayah kabupaten Jawa Timur ini beralih mencari nafkah dengan jalan halal.

Bagaimana hal ini bisa terjadi?

B­erikut petikan wawancara de­ngan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, kemarin.

Bagaimana awal Kemsos bisa terlibat memberi bantuan?

Ini sebenarnya merupakan program jangka panjang. Sudah puluhan tahun ada dua lokalisasi di dua desa di Tulungagung. Yaitu di Desa Ngujang, Kecamatan Ke­dung Waru dan Desa Kaliwungu, Ke­camatan Ngunut. Baru tahun 2004 kami mencoba masuk menawarkan bantuan. Dari ribuan wanita tuna susila, awal tahun ini tinggal ada 400 orang. Setelah kami berikan lagi bantuan di awal tahun, Alhamdulillah, persoalan lokalisasi di Tulung­agung kini sudah tuntas.

Bantuan apa saja yang dibe­rikan?

Pertama-tama yang kita tanya dulu ke para penghuni lokalisasi. Bantuan apa yang mereka bu­tuh­kan. Ada yang jawab, ingin buka salon. Ada juga yang ingin diberi keterampilan menjahit, sampai hal-hal sederhana seperti ingin jual­an gorengan atau sembako. Inilah yang kita fasilitasi dengan me­m­berikan pelatihan dan juga modal.

Selain Kemsos, siapa saja yang terlibat dalam hal ini?

Tentu Kemsos tidak bisa sen­di­rian. Kami bekerja sama de­ngan pemerintah daerah setem­pat. Setelah kami beri pelatihan, pe­merintah daerah juga mem­be­rikan bantuan dari Pemkab Tu­lungagung Rp 10 juta, yang ter­bagi Rp 5 juta dalam bentuk per­alatan dan Rp 5 juta berupa uang untuk merintis usaha. Ini untuk mantan penghuni lokalisasi yang berasal dari Tulungagung.  Se­dang dari luar Tulungagung dikem­balikan ke daerah masing-masing dengan bantuan uang Rp 3 juta dari Pemprov Jatim.

Ada bantuan dalam bentuk lain?

Saat saya berkunjung ke Desa Ngujang, pekan lalu, Kemsos kembali memberikan bantuan kepada bekas penghuni lokalisasi dan juga warga sekitar. Ini untuk memastikan agar mereka tidak kembali ke pekerjaan lamanya. Di antaranya bantuan bedah kam­pung untuk memperbaiki kondisi rumah mereka dengan total ban­tuan Rp 3 miliar lebih. Rin­ciannya, 200 unit rumah seder­hana-rumah tidak layak huni (RS-RSLTH) pedesaan senilai Rp 2 miliar. Selain itu masih ada ban­tuan untuk 39 kelompok usa­ha bersama (KUBE) terdiri gerobak kaki lima, becak wisata, dan tambal ban senilai Rp 780 juta, 4 sarana lingkungan senilai Rp 180 juta, sembako untuk 200 KK se­nilai Rp 30 juta, dan usaha eko­nomi produktif (UEP) bagi 36 eks WTS senilai Rp 72 juta.

Selain Di Tulungagung, apa ada daerah lain yang mendapat bantuan serupa?

Ada. Hampir di setiap daerah yang memiliki masalah serupa kami berikan bantuan. Tapi Tu­lung­agung ini merupakan salah satu contoh sukses yang mudah-mudahan bisa ditiru wilayah lain. Intinya, saya bahagia dan bangga, karena Pemprov Jatim dan kepala daerah tingkat dua punya se­mangat tinggi menghapus lo­kalisasi. Punya semangat tinggi mengatasi wanita yang rawan eko­nomi. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya