Berita

PLN

Bisnis

DPR Pertanyakan Akurasi Rencana Bisnis PLN

Rugi Valuta Asing Mencapai Rp 865 Miliar
RABU, 21 NOVEMBER 2012 | 08:20 WIB

.Akibat salah kalkulasi perhi­tungan kurs, laba bersih PLN sem­pat anjlok signifikan sekitar 90,84 persen menjadi Rp 865­,­092 miliar dalam sembilan bulan per­tama 2012, dibanding­kan pe­ri­ode yang sama tahun lalu Rp 9,452 tri­liun.

Berdasarkan publikasi per­se­roan, tertekannya la­ba disebab­kan oleh kerugian kurs yang di­de­rita perusahaan se­besar Rp 9,164 tri­liun per 30 Sep­tember 2012. Pa­da­hal, periode yang sa­ma 2011 PLN masih men­catat keun­tu­ngan kurs sekitar Rp 2,154 triliun.

Anggota Komisi VII DPR Dewi Aryani menilai, penurunan laba bersih akibat kerugian kurs menunjukkan kesalahan dalam pe­rencanaan bisnis (business plan) perusahaan. Bila perusaha­an mempunyai pe­rencanaan bis­nis yang baik, se­harusnya mam­pu memprediksi pe­rubahan kurs va­luta asing.

“Dalam korporasi selalu ada yang namanya business plan. Ten­tu­nya harus mematok juga nilai kurs yang dipakai sebagai acuan laba atau rugi dalam fi­nan­cial state­ment perusahaan,” ujar Dewi ke­pada Rakyat Merdeka di Ja­karta, kemarin.

Politisi PDIP ini mengatakan, pada dasarnya rugi lama perusa­haan selalu diper­kirakan dalam rencana pesimis maupun optimis pengelolaan pe­ru­sahaan. Karena itu, PLN harus serius dalam mem­­buat perenca­naan serta benar-benar memper­hatikan ber­bagai aspek, sehingga berbagai ke­mung­kinan bisa diatasi secara dini.

Menurut Dewi, kualitas pela­ya­nan PLN kepada pelanggan saat ini sudah cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan, teru­tama capaian elektrifikasi pada daerah-daerah tertentu.

“Pengelolaan perusahaan lis­trik negara harus benar karena masyarakat butuh listrik untuk me­ningkatkan kuali­tas hidup. PLN sebagai perusa­haan listrik satu-satunya harus menjalankan tugas secara op­timal,” tandasnya.

Selain mengalami rugi kurs, beban keuangan PLN kian mem­bengkak, yakni 38 persen dari Rp 12,613 triliun per 30 September 2011 menjadi Rp 17,413 triliun dalam sembilan bulan pertama tahun ini. Penghasilan bunga BUMN kelistrikan tersebut juga tergerus 33,72 persen menjadi Rp 302,279 miliar.

Ketika dikonfirmasi, Direktur Utama PLN Nur Pamudji menya­takan, kerugian kurs akan di­antisi­pasi lewat hedging (lindung nilai). Sa­yangnya, hingga kini, BUMN ter­masuk PLN belum diberi ke­we­nangan untuk mela­ku­kan hedging ka­rena terlalu berisiko. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya