Berita

ilustrasi, petani

Bisnis

Menteri Dahlan Siap Cetak 4.000 Ha Sawah Di Kalbar

Petani Butuh Benih Varietas Unggul
RABU, 21 NOVEMBER 2012 | 07:53 WIB

.Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan berencana melakukan pencetakan sawah baru seluas 4.000 hektar (ha) di Kalimantan Ba­rat perte­ngahan Desember 2012.

“Sekitar pertengahan De­sem­ber ini akan ada groundbreaking sawah mulai dari 4.000 hektar,” ujar Dahlan di Jakarta, kemarin.

Ia mengakui, lahan untuk men­cetak sawah baru tersebut sudah diperolehnya lebih dari 20.000 hektar dari yang direncanakan 100.000 hektar.

Sebelumnya, Dahlan menar­getkan dapat mencetak sawah ba­ru seluas 100.000 hektar tahun ini di Kalimantan Timur, tapi urung direalisasikan. Kendati be­gitu pihaknya tidak putus asa dan men­cari tempat lain dan ketemu di Kalimantan Barat.

Pada musim tanam akhir 2012, pemerintah berencana memberi bantuan benih dan pupuk serta peralatan lainnya.

Untuk benih varietas unggul, petani sayuran di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat meng­klaim mendulang sukses setelah menggunakan benih tersebut. Ini terbukti untuk tomat mampu menghasilkan 150 ton per hektar dalam setahun.

”Berkat penggunaan benih varietas unggul kami berhasil meningkatkan hasil panen 2-3 kali dibanding varietas biasa,” kata salah seorang petani andalan Majalengka Dodi Kusbinar.

Dodi mengatakan, petani Ma­ja­lengka saat ini memiliki 1.000 hektar lahan yang sebenarnya sangat potensial untuk dikem­bangkan tanaman sayuran. Na-mun, untuk mewujudkan hal itu masih dibutuhkan lebih banyak lagi benih varietas unggul.

Menurut dia, karakteristik ta­nah dan iklim di Majalengka sa­ngat cocok ditanami berbagai jenis tanaman sayuran.

Jenis tanaman sayuran yang sering dikembangkan petani di antaranya tomat varietas Marta F1, Warani F1 dan Permata F1. Selain itu, terong varietas Mus­tang F1, buncis varietas Widuri, bunga kol varietas PM 126 F1 dan sebagainya.

Dodi mengklaim, kunci keber­hasilan petani sayur di Maja­lengka berkat kreativitas dan ino­vasi dalam mengembangkan ber­bagai jenis tanaman sayuran. Ke­berhasilan petani sangat ber­gan­tung pada kemampuan me­li­bat­kan diri dalam kese­lu­ruhan sis­tem pertanian sayuran.

Keterlibatan produsen benih va­rietas unggul kepada petani dalam memberikan pelatihan pa­da ak­hirnya memudahkan petani me­libatkan diri pada sistem terse­but. Sistem yang dimaksud di an­ta­ra­nya ketersediaan benih, pu­puk, obat-obatan serta per­mo­dalan yang apabila petani tak memiliki akses harganya men­jadi mahal.

Sistem ini juga yang pada akhirnya membuka pemikiran petani, khususnya generasi muda untuk membuat ide-ide sehingga petani menjadi lebih sejahtera. Misalnya, bagaimana menye­suaikan tanaman sesuai musim dan mensiasati agar tidak terjadi kelebihan pasokan tanaman. Me­nurut Dodi, inilah yang saat ini diterapkan petani Majalengka.

Petani Majalengka mene­rap­kan pertanian modern pada tahun 1990 setelah sebelumnya meng­gunakan benih sayuran produksi PT East West Seed Indonesia (Ewindo) produsen benih sayuran unggul di Indonesia dengan merk Cap Panah Merah. Sejak saat itulah pertanian sayur menjadi komoditas di daerah tersebut.

Produksi sayur asal Maja­leng­ka biasanya untuk memenuhi kebutuhan di Jakarta dan Ban­dung, serta kota besar lainnya di Jawa Barat. De­ngan penggunaan benih varietas unggul, diharapkan produksi sa­yuran lokal bisa me­menuhi per­mintaan pasar. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya