Berita

Bisnis

Pengetahuan Finansial Masyarakat Indonesia Rendah

SELASA, 20 NOVEMBER 2012 | 16:22 WIB

Pengetahuan finansial masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Sebab, masalah finansial berhubungan erat dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Begitu disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad dalam acara Seminar Nasional bertajuk "Penataan Sektor Keuangan di Indonesia Setelah Terbentuknya OJK" di Universitas Brawijaya Malang, Selasa (20/11).

Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang berbagai aspek terkait finansial tersebut, katanya, salah satunya melalui edukasi keuangan. Tingkat melek finansial yang tinggi akan mempermudah akses bagi masyarakat (nasabah) untuk mendapatkan modal atau kredit.


Dengan adanya edukasi tentang hal-hal yang bersentuhan dengan keuangan dan masyarakat memahaminya, tegasnya, maka posisi tawar masyarakat atau nasabah akan semakin tinggi.

Ia mengakui, yang sering menjadi keluhan masyarakat adalah tertutupnya akses lembaga keuangan untuk mengucurkan dana karena yang bersangkutan tidak memiliki agunan (jaminan), jarak tempuh yang cukup jauh serta tidak fisibel.

Dengan berbagai jalur, lanjutnya, diupayakan masyarakat Indonesia secara bertahap harus paham akan seluk beluk lembaga keuangan dan keberadaan OJK sendiri juga harus melakukan pengawasan agar lembaga keuangan tidak semena-mena terhadap nasabah.

"Dengan disahkannya Undang-undang OJK ini mudah-mudahan ada pengaturan yang lebih terintegrasi terkait lembaga keuangan di tanah Air dan industri keuangan juga mampu tumbuh secara sehat dan kuat, sehingga harus dipelototi dengan seksama," tegasnya.

Selain itu, kata Muliaman, industri keuangan itu sendiri juga harus didukung dengan infrastruktur yang lebih baik agar bisa memotret di setiap even, bahkan pengetahuan tentang industri keuangan ini harus terus ditingkatkan agar tidak tertinggal dengan negara lain.

"Reformasi keuangan sekarang ini memang sedang menjadi perhatian serius agar jangan sampai industri keuangan kita menjadi episentrum yang menyebabkan terjadinya krisis ekonomi," tandasnya. [ant/dem]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya