ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
“Sukuk global ditaÂwarÂkan 14 November, dengan size peÂnaÂwaran 1 miliar dolar AS global, teÂnornya 10 tahun,†kata Dirjen Pengelola Utang (DJPU) KeÂmenÂterian KeÂuangan (KemenÂkeu) Robert PakÂpahan di kantornya, kemarin.
Menurutnya, Sukuk gloÂbal ini dipatok memiliki rata-rata teriÂmbang alias yield sebesar 3,3 perÂsen. “Ini (underwritter) DJIM Financial, Standard Chartered, HSBC dan Deutche Bank,†tamÂbah Robert.
Robert menjelaskan, untuk forÂmatnya menggunakan Islamic Global Medium-Term Note (GMÂTN) dan menggunakan struktur sukuk Al Ijarah. “Rate yang 3,3 persen ini adalah 171 basis points (bps) di atas US treasury rate. Kalau dibanding dengan yang taÂhun lalu rate-nya kan 255 basis point (bps) di atas US treasury,†kata Robert.
Menurutnya, salah satu penyeÂbabnya adalah Investment Grade, sehingga spread (selisih) antara sukuk global dengan obligasi InÂdonesia semakin menipis.
“Global sukuk ini yang diterÂbitÂkan untuk mengisi defisit APBN (Anggaran Pendapatan BeÂlanja Negara), untuk memÂbiÂaÂyai pengÂeluaran umum,†tukasnya.
Terbatasnya pasokan obligasi pemerintah menjelang pengujung tahun mendorong permintaan suÂrat utang negara melesat hingga Rp 28,94 triliun, naik hampir dua kali lipat dari penawaran lelang sebelumnya yang sebesar Rp 18,82 triliun.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang KeÂmenterian Keuangan, total penaÂwaran yang masuk lelang mencaÂpai Rp 28,94 triliun, jauh lebih tinggi dari hasil lelang sebelumÂnya yang sebesar Rp 18,82 triliun pada 4 November lalu.
Pada lelang kali ini, investor terÂcatat banyak memburu SUN berÂtenor 16 tahun, yakni seri FR0064 dengan total permintaan Rp 9,34 triliun pada kisaran imbal hasil (yield) 5,96-6,37 persen. Seri FR0065 yang bertenor 21 tahun mencaÂpai Rp 7,81 triliun.
Penawaran tertinggi ketiga yakni seri FR0066 dengan nomiÂnal sebesar Rp 5,17 triliun. ObliÂgasi pemerintah yang jatuh tempo pada 15 Mei 2018 memiliki kisaÂran yield 5,06-5,43 persen.
Analis PT Nusantara Capital Securities I Made Adi Saputra, menilai minat investor masih sangat tinggi terhadap instrumen utang yang dikeluarkan peÂmeÂrintah, terutama investor asing. Hal ini dibuktikan dengan trend kenaikan yield di pasar sekunder justru menjelang proses lelang SUN. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34