Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

BAKN Temukan Kerugian Negara Di Proyek 16 PTN

Birokrasi Anggaran Kemendikbud Dinilai Buruk
SELASA, 20 NOVEMBER 2012 | 08:11 WIB

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh membantah adanya penyimpangan dalam proyek pengadaan laboratorium di 16 Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Namun, Badan Akuntabilitas dan Keuangan Negara (BAKN) DPR menemukan adanya potensi kerugian negara dalam proyek tersebut.

KOMISI Pemberantasan Ko­rupsi (KPK) diminta untuk mem­bongkar kasus tersebut. Birokra­si anggaran di Kemen­dik­bud pun harus direformasi. Sebab, pe­nga­­wasan anggaran di­nilai le­mah dan rawan penyim­pangan.

Anggota BAKN DPR dari Frak­si PDIP Eva Kusuma Sun­dari menuturkan, hasil peme­rik­saan BAKN terhadap audit BPK menunjukkan adanya kerugikan negara dalam proyek pengadaan laboratorium di 16 PTN di In­donesia. Namun, Eva enggan me­nyebutkan berapa besar jum-lah kerugian negara tersebut.

“BAKN telah menyerahkan audit BPK ke KPK untuk ditin­dak­lanjuti secara hukum. Birok­rasi Kemendikbud dinilai buruk dan mesti dibenahi sebelum pa­gu ang­garan tahun depan direa­li­sa­sikan,” kata Eva kepada Rak­yat Merdeka, kemarin.

BAKN berharap, Komisi X DPR bidang Pendidikan mem­perketat pengawasan sekaligus memperbaiki manajemen peren­ca­naan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)  yang ber­­kaitan dengan dana PTN dan lain­nya. Apalagi, dana pen­di­di­kan tahun depan sangat besar.

“Potensi penyimpangan dana pendidikan sangat besar kalau bi­rokrasi anggaran Kemendik­bud tidak segera dibenahi dan itu men­jadi tanggung jawab berat Pak Nuh untuk membenahinya ke depan,” warning Eva.  

Ketua Komisi X DPR bidang Pen­didikan Agus Hermanto me­nga­takan, meskipun kasus 16 PTN mun­cul tahun 2008, Men­teri Nuh tetap harus ber­tang­gung jawab se­cara institusi untuk me­nyelesaikan masalah tersebut.

“Kalau ada bekas atau peting­gi yang masih aktif di Kemen­dik­bud terlibat, mereka mesti mem­per­tang­gungjawabkan se­cara hukum tanpa tebang pilih,” tegas Agus.

Anggota Komisi X DPR Rai­han Iskandar menambahkan, pi­hak kampus yang diduga terlibat mesti diperiksa untuk membantu proses penyelesaian kasus terse­but. Diduga kuat, ada kongka­li­kong antar instansi Kemendik­nas de­ngan manajemen kampus da­lam penga­daan proyek.

“Kemendikbud harus membe­na­hi sistem dan mekanisme dana hibah ke PT supaya bisa tepat sa­sa­­ran ­dan tak mengganggu akti­vi­tas belajar. Pengawasan dan bi­ro­krasi yang sehat akan men­do­rong kemajuan pendidikan na­sional yang baik,” saran Raihan.

Inspektur Jenderal (Irjen) Ke­mendikbud Haryono Umar me­nga­­takan, proses permintaan ta­ta kelola pengadaan barang dan jasa yang direkomendasikan BAKN  ter­hadap 16 PTN, ting­gal 20 per­sen lagi. Hal itu dika­renakan be­lum rampungnya se­jumlah ad­mi­nistrasi di masing-masing kampus.

“Ke 16 PTN yang diduga ada kong­kalikong sebagian sudah me­nyerahkan laporan sistem pe­ngelolaannya dan sedang dipe­rik­sa, apakah ada penyimpangan atau tidak,” jelas Haryono.

Ia menegaskan, pi­hak­nya tidak menemukan kasus peng­gelem­bungan anggaran dan pe­ngaturan tender di PTN tersebut. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya