ilustrasi, daging sapi
ilustrasi, daging sapi
Ketua Komisi IV DPR RoÂmaÂhurÂmuziy mengatakan, pemeÂrintah dalam hal ini Kementerian PerÂtaÂnian (Kementan) harus seÂceÂpatÂnya mengatasi masalah itu, mengingat tingginya keÂnaikan harÂga daging sapi bukan diseÂbabkan naiknya konsumsi masÂyarakat.
â€Kenaikan itu sudah di luar keÂwajaran. Pemerintah harus meÂngambil tindakan tegas dan tepat agar tidak menimbulkan kereÂsaÂhÂÂÂan masyarakat,†katanya.
Karena itu, Politisi Partai PPP ini meminta pemerintah meÂmanÂtau dan mengevaluasi paÂsokan daging di pasaran. “Sebab, maÂsaÂlah kelangkaan ini bukan diseÂbabkan kurangnya pasokan daÂging, tapi bisa jadi ada upaya daÂri pengusaha daging dan pengÂusaha rumah potong nakal yang menÂcoba melakukan pengÂgeÂmuÂkan sapi,†tudingnya.
Selain itu, dia juga meminta peÂÂmerintah tidak gegabah meÂnamÂbah kuota impor daging kaÂrena populasi sapi nasional saat ini seÂkitar 15,9 juta ekor. ArtiÂnya, jumÂlah itu cukup untuk meÂmenuhi paÂsokan domestik tanpa harus meÂnaikkan harga, terutaÂma menÂjeÂlang libur Natal dan Tahun Baru.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengatakan, pihaknya sudah meÂÂnurunkan tim untuk melaÂkuÂkan pantauan terhadap harga daging. Tim tersebut memang mendapati kenaikan harga daging di atas harga normal.
“Tim kami menelusuri bebeÂrapa pasar di Bogor, Santa, BSD, Senen, Mayestik, Jatinegara, KeÂbayoran Lama, Tomang, CileÂdug dan MalaÂbar. Di sana bebeÂrapa pedagang masih berjualan tapi dengan stok yang sangat tipis dan harganya sampai Rp 105 ribu,†teragn Bayu keÂpada warÂtawan, kemarin.
Menurut Bayu, naiknya harga daging dikarenakan pasokan daÂging-daging ke pasar sangat kuÂrang. Kondisi ini membuat para pedaÂgang tidak berjualan karena keÂsulitan mendapatkan daging. Meskipun ada, harganya tidak norÂmal seperti biasanya. PedaÂgang pun tidak mau ambil risiko deÂngan menjual daging yang mahal.
“Ini situasi riil yang harus kita hadapi. Saya tidak mau berdebat dengan teman-teman di pertaniÂan yang menyatakan ada sapiÂnya. Tapi kenyataan di pasar meÂmang tidak ada,†ungkapnya.
Bayu berjanji, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan KeÂmentan untuk mencarikan soÂlusi permasalahan ini. Selain itu, dia meminta supaya Kementan memÂbeÂrikan informasi mengenai jumlah pasokan yang akan diÂtambah.
Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana meÂneÂÂgaskan, importir daging dan sapi bakalan didesak untuk meÂleÂpasÂkan stok mereka ke pasar guna mengatasi lonjakan harga daging di pasaran
Ketua Komite Daging Sapi JaÂkarta Sarman Simanjorang meÂnilai, kelangkaan daging sapi diÂsebabkan kebijakan pemerintah membatasi impor daging di saat progam swasembada daging beÂlum berjalan baik. Karena itu, piÂhaknya mendesak pemerintah kembali membuka kran impor daging agar kelangkaan daging bisa teratasi.
“Sejak awal 2012, kami sudah mendorong pemerintah mengaÂdakan evaluasi sekaligus meÂnamÂbah kuota impor daging sapi guna terpenuhinya kebutuhan dunia usaha. Tapi mereka berÂsikeras paÂda data yang dimiliki bahwa daÂging sapi lokal tersedia dan mamÂpu memenuhi kebuÂtuhan pasar,†tutur Sarman.
Kini, kata Sarman, kalangkaÂan daging sapi tidak hanya terÂjadi di Jakarta, tetapi sudah meÂramÂbah hampir ke seluruh daÂerah di tanah air.
Meski demikian, Sarman meÂngÂakui, satu bulan lalu pemeÂrinÂtah telah merespons dunia usaha dengan melakukan imporÂtasi daging sapi potong dari AustraÂlia dan New Zealand sebaÂnyak 8.500 ton untuk olahan. Namun, jumlah itu hanya untuk industri olahan.
“Untuk bidang usaha non inÂdustri dan UKM tidak ada peÂnamÂbahan. Ini yang membuat harÂga daging bergejolak,†jelasnya.
Sebelumnya, Dirjen PeterÂnaÂkan dan Kesehatan Hewan KeÂmentan Syukur Iwantoro mengaÂtakan, pemerintah akan menjaÂmin stok daging sapi hingga akÂhir tahun aman dan mencukupi.
SeÂbab, untuk NoÂvember dan Desember, sebanyak 15 ribu ekor sapi dari Nusa TengÂgara Barat (NTB) disiapkan dan 5 ribu ekor sapi potong di antaranya unÂtuk memenuhi kebutuhan daÂging JaÂbodetabek. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34