Berita

PT Kerata Api Indonesia (KAI)

Bisnis

KAI Ubah Pola Operasi KA Jarak Jauh Daop I

MINGGU, 18 NOVEMBER 2012 | 09:39 WIB

PT Kerata Api Indonesia (KAI) berencana merubah pola operasi kereta api ekonomi jarak jauh di Daerah Operasi (Daop) I Ja­karta khususnya di Stasiun Ta­nah Abang. Perubahan itu guna meningkatkan pelayanan kepa­da masyarakat yang selama ini menggunakan Kereta Rel Lis­trik (KRL) dan KA lokal barat.

Kepala Humas KAI Daop I Jakarta Mateta Rijalulhaq me­ngatakan, perubahan pola ope­rasi ini akan mulai diberlakukan awal tahun depan. Nantinya, dengan perubahan pola ini, Sta­siun Tanah Abang tidak lagi melayani kereta ekonomi jarak jauh karena dipindahkan ke Stasiun Pasar Senen maupun Tanjung Priok.

“Mulai 1 Januari tahun depan perubahan pola operasi kereta api itu akan diberlakukan. Nan­tinya Stasiun Tanah Abang ha­nya melayani KRL dan kereta api lokal barat,” kata Mateta.

Menurut dia, pemindahan ter­sebut dilakukan karena ke­pa­datan frekuensi kereta api dan kepadatan penumpang sudah melebihi kapasitas, ter­utama pada jam sibuk. Sebaliknya, in­frastruktur Stasiun Tanah Abang sudah sangat terbatas dan sulit dilakukan pengembangan.

KAI berencana semua KA lokal barat (Rangkasjaya, Eko­nomi Lokal, Merak Jaya dan KA Kalimaya) akan berawal dan berakhir di Stasiun Tanah Abang. Jadi tidak ada lagi KA lokal barat menuju Stasiun Duri, Angke, Kampungbandan, Jakarta Kota dan Pasar Senen.

“Dari sisi keamanan opera­sional kereta api akan lebih aman dan lancar,” jelas dia.

Pemindahan ini juga untuk men­jalankan ama­nah Per­pres No. 83 Tahun 2011, yak­ni KAI me­ngemban tugas pada angkutan KRL Jabo­de­ta­bek yang  volu­me pe­num­pang­nya di­naikkan hing­ga tiga kali lipat pa­ling lambat 2018. Artinya, ha­rus ada kenaik­an frekuensi per­jalanan menjadi tiga kali.   [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya