ilustrasi, gas Tangguh
ilustrasi, gas Tangguh
Menurut dia, pemerintah haÂrus memÂbeÂrikan keberpihaÂkan kepada keÂpentingan nasioÂnal. Kalau harga ekspor gas memaÂkai formula 11 persen dari harÂga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP), maka doÂmesÂÂtik mestinya diberiÂkan 7-8 persen ICP.
“Selisih 3-4 persen itu sebaÂgai bentuk keberpihakan pada kepentingan nasional,†kata Komaidi di Jakarta, kemarin.
Untuk diketahui, kesepakatan sementara formula harga gas TangÂguh antara PLN dan BP Berau Ltd, selaku pengelola Tangguh dikaitkan dengan miÂnyak mentah di pasar Jepang (Japan Crude Cocktail/JCC).
Harga gas Tangguh ke PLN itu memakai formula 11 persen dikalikan JCC dan ditambah konstanta satu dolar AS per Million Metric British Thermal Units (MMBTU) pada 2013. SeÂlanjutnya, harga gas akan meÂngaÂlami eskalasi antara 12-14,5 persen JCC secara berÂtahap mulai tahun 2014 hingga 2032.
Sementara rencana ekspor gas Tangguh ke pembeli Jepang yakni Kyushu Electric dan Tepco akan mulai berjalan 2013-2015 dan Kansai Electric 2013-2035 dengan memakai formula 14,25 persen JCC.
Bagi pemerintah, kata KoÂmaiÂdi, harga gas Sempra ke PLN yang mahal tentunya akan menambah subsidi, meski di siÂsi lain harga gas yang tinggi juÂga meningkatkan penerimaan negara. Sementara bagi PLN dan industri, harga gas yang murah akan lebih baik.
Kepala Divisi BBM dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki meÂngaÂÂtakan, pihaknya berharap harga gas Sempra yang rendah sehingga tidak menambah subÂsidi. “Tapi kami menunggu keÂputusan pemerintah soal harga gas ini,†katanya.
Anggota Komisi VII DPR Bobby Rizaldi juga memprotes harga gas Tangguh eks Sempra yang dijual ke PLN setara eksÂpor ke pembeli Jepang.
“Gas Tangguh eks Sempra dikembangkan dengan harga hanya tiga dolar AS per MMBTU saja dan itu pun sudah balik modal. Kalau dijual seÂharga ekspor ke Jepang, ini benÂtuk penzaliman,†kritiknya.
Menurut Bobby, pemerintah harus mengatur agar harga gas Tangguh eks Sempra ke domeÂstik itu tidak dengan pendekatÂan ekspor. “Jangan seharga ekspor ke Jepang yang saat ini termahal di dunia,†cetusnya.
Dia mengimbau PLN jangan hanya diam dengan harga gas yang mahal. PLN mesti aktif meminta harga yang renÂdah.
Sebelumnya, Deputi OpeÂrasi BP Migas Gde PraÂdnyana meÂngatakan, pihaknya berkeÂpenÂÂtingan agar harga jual gas tingÂgi, karena akan meningÂkatÂkan peÂnerimaan negara. Meski tingÂgi, harga gas SemÂpra masih leÂbih murah dibanÂding BBM. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34