Berita

Badan Pengkajian dan Pene­rapan Teknologi (BPPT)

Bisnis

Kurangi Impor, BPPT Kaji Campuran LPG Dengan DME

SELASA, 13 NOVEMBER 2012 | 09:19 WIB

Badan Pengkajian dan Pene­rapan Teknologi (BPPT) meng­kaji pencampuran LPG (Liquid Petroleum Gas) dengan Dime­thyl Ether (DME) untuk keper­luan rumah tangga dan trans­por­tasi. Ini dilakukan dalam rangka me­ngurangi impor LPG yang tahun ini mencapai sekitar 2,5 juta ton atau 50 persen dari konsumsi nasional.

“DME adalah senyawa Ether yang memiliki karakteristik me­nyerupai LPG,” kata Direk­tur Pusat Teknologi Pengem­bangan Sumber Daya Energi BPPT MAM Oktaufik di Jakarta, kemarin.

Menurut Oktaufik, DME bisa ber­sum­ber dari gas alam, batuba­ra maupun biomassa yang bersih dan ramah lingkungan. Peng­gu­naan bahan itu juga sudah di­kembangkan dan diman­faat­kan di banyak negara seperti China dan Brazil untuk kebu­tuhan rumah tangga (kompor) dan di negara-negara Eropa untuk ba­han bakar kendaraan.

BPPT, kata Oktaufik, telah meng­kaji dan menguji coba pema­kaian campuran DME-LPG 20, 50, 80 hingga 100 persen un­tuk kebu­tuhan rumah tangga dan DME 100 persen untuk mesin die­sel serta kajian infra­struktur dan modifi­kasi material komponennya.

Pencampuran LPG dengan DME 20 persen untuk keper­luan rumah tangga (kompor) tidak perlu mengubah peralatan yang su­dah ada, namun perlu dimo­difikasi untuk komponen seperti tabung, katup, regulator, selang dan perapat, khususnya yang ber­bahan karet berhubung DME bersifat merusak karet. Sedang­kan DME di atas 20 persen, harus ada modifikasi komponen pen­dukung maupun kompornya.

“Pangsa bisnis DME juga cu­kup menarik bagi usahawan In­donesia, karena untuk subs­titusi LPG sebesar 20 persen saja men­capai Rp 5 triliun,” ungkapnya.

Kepala Laboratorium Kinerja Bahan Bakar dan Mesin Lemi­gas Kementerian Energi Sum­ber Daya Mineral (ESDM) Re­za Sukara­harja mengatakan, po­tensi bio­ma­s­sa na­sional sangat besar men­capai 6,2 miliar ton pada 2011, sayangnya ba­ru di­pakai sebagai bahan ba­kar ha­nya tiga persen, yakni dari lim­­bah pertanian dan sampah kota, belum termasuk dari hutan.

Namun untuk saat ini, ujar Reza, yang akan dikembangkan pemerintah adalah DME yang bersumber dari batubara, meng­ingat melimpahnya batubara ren­dah kalori di Indonesia dan harga batubara yang sedang jatuh di pasar internasional. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya