Badan Pengkajian dan PeneÂrapan Teknologi (BPPT)
Badan Pengkajian dan PeneÂrapan Teknologi (BPPT)
“DME adalah senyawa Ether yang memiliki karakteristik meÂnyerupai LPG,†kata DirekÂtur Pusat Teknologi PengemÂbangan Sumber Daya Energi BPPT MAM Oktaufik di Jakarta, kemarin.
Menurut Oktaufik, DME bisa berÂsumÂber dari gas alam, batubaÂra maupun biomassa yang bersih dan ramah lingkungan. PengÂguÂnaan bahan itu juga sudah diÂkembangkan dan dimanÂfaatÂkan di banyak negara seperti China dan Brazil untuk kebuÂtuhan rumah tangga (kompor) dan di negara-negara Eropa untuk baÂhan bakar kendaraan.
BPPT, kata Oktaufik, telah mengÂkaji dan menguji coba pemaÂkaian campuran DME-LPG 20, 50, 80 hingga 100 persen unÂtuk kebuÂtuhan rumah tangga dan DME 100 persen untuk mesin dieÂsel serta kajian infraÂstruktur dan modifiÂkasi material komponennya.
Pencampuran LPG dengan DME 20 persen untuk keperÂluan rumah tangga (kompor) tidak perlu mengubah peralatan yang suÂdah ada, namun perlu dimoÂdifikasi untuk komponen seperti tabung, katup, regulator, selang dan perapat, khususnya yang berÂbahan karet berhubung DME bersifat merusak karet. SedangÂkan DME di atas 20 persen, harus ada modifikasi komponen penÂdukung maupun kompornya.
“Pangsa bisnis DME juga cuÂkup menarik bagi usahawan InÂdonesia, karena untuk subsÂtitusi LPG sebesar 20 persen saja menÂcapai Rp 5 triliun,†ungkapnya.
Kepala Laboratorium Kinerja Bahan Bakar dan Mesin LemiÂgas Kementerian Energi SumÂber Daya Mineral (ESDM) ReÂza SukaraÂharja mengatakan, poÂtensi bioÂmaÂsÂsa naÂsional sangat besar menÂcapai 6,2 miliar ton pada 2011, sayangnya baÂru diÂpakai sebagai bahan baÂkar haÂnya tiga persen, yakni dari limÂÂbah pertanian dan sampah kota, belum termasuk dari hutan.
Namun untuk saat ini, ujar Reza, yang akan dikembangkan pemerintah adalah DME yang bersumber dari batubara, mengÂingat melimpahnya batubara renÂdah kalori di Indonesia dan harga batubara yang sedang jatuh di pasar internasional. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34