ilustrasi, Impor Beras
ilustrasi, Impor Beras
Anggota Komisi IV DPR Nabiel Al Musawa mengatakan, BPK harus membuktikan keÂseÂriusanÂnya mengaudit kebiasan pemerintah mengimpor beras.
“Audit BPK harus dilakukan seÂsuai amanah Undang-Undang Dasar 1945, bukan untuk tujuan tertentu atau kepentingan seÂsaat,†katanya kepada Rakyat MerÂdeka di Jakarta, Jumat (9/11).
Untuk diketahui, anggota BPK Ali Masykur Musa mengatakan, pihaknya sedang melakukan auÂdit terhadap kebijakan impor beÂras. Dia menargetkan audit itu selesai akhir tahun. Saat ini auÂditnya sudah 60 persen.
Lebih lanjut Nabiel mengaku komisinya sangat kecewa deÂngan kinerja Perum Bulog yang selalu berÂalasan ketika diharusÂkan meÂnyeÂrap beras petani. Kondisi iniÂlah yang membuat cadangan beÂras tidak mencuÂkupi dan akhirnya pemerintah terpaksa harus impor.
Audit beras oleh BPK, kata dia, sangat penting. Selama ini data yang ada pada Angka RaÂmalan (Aram) Badan Pusat StaÂtistik (BPS) selalu berbeda deÂngan data yang dipaparkan BuÂlog.
“Kami juga meminta maÂsyaraÂkat ikut mengawasi hasil audit impor beras oleh BPK,†cetusnya.
Hal senada disampaikan angÂgota Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi. Menurutnya, audit imÂpor beras ini sangat penting, kaÂrenanya dia meminta BPK serius.
Viva yakin, jika audit ini bisa berÂjalan maksimal, akan ketahuÂan alasan pemerintah yang hobi nengimpor beras. Apalagi audit itu akan melibatkan bagaiÂmana kebijakan yang diambil KemenÂterian Pertanian, KemenÂteÂrian Perdagangan, BPS dan Bulog.
“Kebijakan impor memang meÂlibatkan antar lembaga dan BuÂlog hanya sebagai operator yang ditunjuk melaksanakan imÂÂpor oleh pemerintah,†jelasnya.
Manager Advokasi Koalisi RakÂyat untuk Kedaulatan PaÂngan (KRKP) Said Abdullah meÂngaÂtakan, alasan yang dipaÂkai pemeÂrintah mengimpor unÂtuk memÂperkuat cadangan beras tidak perÂnah masuk akal.
“Pemerintah menyatakan tidak akan melakukan impor beras tahun ini. Menjadi pertanyaan jika kemudian impor tetap dilaÂkukan. Apakah prediksi proÂduksi yang dilakukan tidak tepat atau ada kepentingan lain. Ini yang harus diaudit BPK,†tegasnya
Menurut Said, seperti sudah menjadi rutinitas. Impor dilaÂkuÂÂkan dengan dalih cadangan beras masih kurang. Padahal, pada saat bersamaan, produksi padi relatif cukup, bahkan leÂbih untuk menÂcukupi target caÂdangan beras. Ini lebih karena ketidakmampuan Bulog meÂnyeÂrap beras nasional.
Berapapun hasil produksi naÂsional, lanjutnya, tapi jika Bulog tidak mampu menyerap lebih baÂnyak beras dalam negeri dengan alasan keterbatasan anggaran dan harga yang tinggi, sudah pasti impor tetap dilakukan.
Wakil Ketua BPK Hasan Bisri yang ditanya Rakyat Merdeka soal perkembangan audit impor beras beras, tidak mau menjaÂwab. Dia hanya meminta untuk mengÂkonfirmasi maÂsalah itu ke angÂgota BPK Ali Masykur Musa yang melontarkan audit tersebut. Namun hingga berita ini dituÂrunkan, Ali Masykur belum bisa dihubungi lagi.
Sebelumnya, pengamat PertaÂnian Khudori meminta BPK transÂparan melakukan audit keÂbijakan impor beras oleh pemeÂrintah selama 2012, di mana haÂsilnya akan diumumkan akhir tahun ini.
“Saya berharap dengan adanya audit, BPK mampu melihat ada atau tidaknya semacam permaiÂnan dibalik keluarnya izin impor beras tersebut,†katanya.
Menurutnya, dua tahun terÂakÂhir harga beras di luar negeri cenÂderung rendah dan setelah diÂkuÂrangi berbagai biaya transÂportasi, pengapalan, maupun bea masuk ternyata terdapat dispariÂtas harga beras impor sebesar Rp 1.000 per kilogram (kg).
“Bisa dibayangkan, kalau peÂmerintah mengimpor sekitar 1 juta ton beras saja, ada potensi disparitas harga sampai Rp 1 triliun,†tandasnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34