Berita

ilustrasi, Penyaluran BBM Subsidi

Bisnis

Penyaluran BBM Subsidi Disaranin Sistem Tertutup

SENIN, 12 NOVEMBER 2012 | 08:00 WIB

Anggota Komisi VII DPR Bobby Rizaldi meminta peme­rintah melakukan redefinisi BBM subsidi dalam revisi Un­dang-Undang (UU) Minyak Dan Gas (Migas). Hal itu perlu dilakukan untuk mem­perbaiki pengelolaannya.

“Ruwetnya pengelolaan BBM subsidi baik dari ketidak­mam­puan untuk mengurangi dis­pa­ritas harga, pencurian dan dis­tri­­busi yang salah sasaran me­mer­lukan redefinisi baru me­ngenai BBM subsidi,” ka­tanya di Jakarta, Jumat (9/11).

Menurut dia, saat ini dengan istilah BBM jenis tertentu mem­buat konstruksi hukum yang ada mendefinisikan BBM sub­sidi sebagai komoditas komer­sial yang bisa diper­dagangkan de­ngan bebas, baik melalui dis­tri­busi terbuka, yaitu penyalur­an dan penyediaan.

“Ini terbukti tidak bisa dikon­trol dengan baik dalam waktu 3 tahun terakhir,” ujarnya.

Apalagi, menurut politisi Par­tai Golkar ini, tidak ada ke­be­ranian dari pemerintah untuk menye­suaikan harga. Oleh ka­renanya, perlu direde­finisi bah­wa BBM subsidi adalah barang strategis.

Hal itu akan mengubah kons­truksi hu­kumnya mulai UU No. 22 Tahun 2001 tentang Migas sampai Peraturan Presiden No.71 Tahun 2005 tentang Pe­nyediaan Dan Pendis­tribusian Jenis BBM Tertentu.

“Revisi Undang-Undang Mi­gas adalah langkah awal rede­finisi ini, karena pasal 28 ayat 2 juga tidak membedakan mana BBM subsidi dan BBM ko­mersial,” ucapnya.

Bobby menganjurkan strategi baru, yakni distribusi BBM sub­sidi dilakukan secara tertu­tup seperti pupuk atau beras. Pe­ngawasannya juga bisa dila­kukan dengan kartu, voucher, Radio Frequency Identification (RFID), beda warna, sehingga peman­faatan dan distribusinya jelas dan minim potensi kele­bihan kuota, karena demand (permintaan) terkontrol.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya