Berita

megawati/ist

Siapakah Capres Alternatif PDIP?

SABTU, 10 NOVEMBER 2012 | 11:21 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

MENJELANG Pilpres 2014 faksi-faksi elit di tubuh PDIP dikabarkan sedang saling bergesekan. Di internal kandang banteng itu masih berkembang perbedaan pendapat yang cukup tajam mengenai siapa sebenarnya figur yang akan mereka usung sebagai calon presiden 2014.

Faksi pendukung Mega berpendapat Mega masih layak dan masih punya ‘’nilai jual’’ untuk digadang-gadang di 2014, sedangkan faksi lainnya tidak sepaham dan menganggap sikap seperti itu sebagai sekedar Asal Ibu Senang dan hanya untuk menyelamatkan posisi mereka di PDIP.

Faksi pendukung Mega ini tidak berani secara terbuka menolak wacana pencalonan Puan Maharani sebagai capres, dimana seperti diketahui wacana regenerasi di tubuh PDIP dan wancana perlunya capres alternatif untuk diusung oleh PDIP di 2014, belakangan ini sudah sangat sering disuarakan oleh Taufik Kiemas.

Taufik seperti diketahui merupakan king maker yang berperan secara dominan di PDIP. Banyak yang menyebut Taufik Kiemas-lah yang paling intens mewacanakan perlunya kaderisasi di tubuh PDIP untuk menjaga kelangsungan dan esksitensi PDIP di masa depan.

Karena itu banyak pula kalangan menilai Taufik sebenarnya sangat tidak ingin Megawati maju menjadi capres di 2014, karena kalau Mega ternyata gagal (lagi) menjadi presiden, masa depan dan image partai jadi taruhan. Antara lain ketidakpuasan para kader bisa kian mengkristal dan perpecahan menjadi risiko tertinggi yang bukan tidak mungkin dialami oleh PDIP pasca 2014 nanti. Hal lainnya, elektabilitas dan tingkat popularitas Mega sudah tidak signifikan.

Di sisi lain menurut banyak kalangan, kesehatan Taufik Kiemas sudah tidak lagi prima, suami Megawati ini seperti diketahui sudah beberapa kali menjalani operasi jantung. Taufik harus terus dalam pengawasan dokter. Bahkan ada cerita sebagai Ketua MPR Taufik sudah tidak bisa maksimal menjalankan tugas.

Hari-harinya di MPR selalu dalam pengawasan ketat tim dokter yang harus selalu berkordinasi dengan tim protokoler kesekjenan MPR. Jadwal acara Taufik harus disesuaikan anjuran dokter. Sampai-sampai terdapat ketentuan dokter berapa jumlah anak tangga yang boleh dinaiki Taufik, berapa jam penerbangan pesawat, hingga berapa lama ia harus berdiri berpidato. Semuanya harus sesuai saran dokter.

Atas semua kondisi yang dikemukakan di atas saat ini kabarnya mulai banyak berkembang nama-nama di masyarakat yang umumnya memang menghendaki adanya figur alternatif dari PDIP untuk dijadikan calon presiden di 2014. Sejumlah nama sudah beredar seperti Jokowi, Pramono Anung, Dr Rizal Ramli, hingga Budiman Sudjatmiko.

Jokowi dianggap salah satu simbol sukses PDIP karena berhasil memimpin Jakarta, bahkan disebut-sebut Obama-nya Indonesia di masa depan. Dr Rizal Ramli dianggap memiliki kedekatan ideologis dengan Sukarno, terutama cita-cita ekonominya serta menghayati amanat Sukarno tentang Trisakti (berdaulat dalam politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan).

Pramono Anung merupakan manajer partai yang handal yang memahami benar degup jantung kader PDIP, yang juga disebut-sebut orang terpercaya Mega dan Taufik. Sedangkan Budiman Sudjatmiko merupakan sosok yang memahami cita-cita sosialisme suatu ajaran politik dan ekonomi yang juga dipelajari oleh Sukarno sewaktu muda. Budiman juga disebut-sebut mewarisi bakat sebagai orator ulung sebagaimana Sukarno. [***]

Tulisan ini dimuat di Harian Rakyat Merdeka, edisi Sabtu, 10 November 2012.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya