Berita

ilustrasi, Kebun Plasma

Bisnis

PTPN VII Butuh Lahan Buat Kembangkan Kebun Plasma

SABTU, 10 NOVEMBER 2012 | 08:15 WIB

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII Bengkulu mem­bu­tuhkan lahan untuk per­luasan pengembangan kebun plasma dan inti, sehingga masyarakat da­pat memiliki kebun di lahan sendiri.

“Kami bersedia mendapatkan lahan bagi perusahaan perke­buan yang tidak aktif dengan sta­tus legal dan diserahkan pe­merintah daerah,” kata Manager Distrik PTPN VII Bengkulu Ahmad Afifuddin.

Ia mengatakan, meskipun pe­rusahaan milik negara itu te­ngah diobok-obok sejumlah per­soalan, namun tetap berki­prah kepada masyarakat, ter­uta­ma untuk warga kurang mampu.

Lahan yang akan dibutuhkan PTPN VII itu tidak terbatas luas­nya, berapa saja ada lahan yang diberikan pemerintah daerah akan dibuat kebun sawit dan karet.

“Pembuatan kebun itu tetap pada pola kebun inti dan plas­ma, sehingga masyarakat lebih nyaman dan mempunyai rasa me­miliki karena dalam jangka waktu tertentu kebun itu men­jadi milik pribadi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ahmad, PTPN VII sedang memprogramkan untuk peremajaan kebun plasma mas­yarakat di wilayah Ka­bu­paten Seluma yang luasnya men­capai 6.818 hektar dengan jumlah petani 3.409 kepala keluarga.

Namun akan dilakukan se­cara bertahap dan sistem ke­lom­pok, setiap kelompok itu mi­nimal beranggotakan 100 KK karena dari 3.409 peserta tersebut sebagian besar belum melunasi cicilannya.

Ia menjelaskan, utang peserta plasma kebun karet PTPN VII unit Padang Pelawi, Kabupaten Seluma dari Rp 35 miliar hingga Oktober 2012 baru ter­alisasi Rp 5 miliar.

Bagi peserta yang tidak me­lunasi utangnya hingga 1 Juni 2013, maka kebun akan di­se­rah­kan ke kantor lelang ne­gara un­tuk disita dan kembali di­le­lang kepada masyarakat.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya