Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Krisis Ekonomi Amerika Tak Boleh Menular Ke Asia

Terpilih Lagi Sebagai Presiden, Obama Ditantang Sehatkan Ekonomi AS
JUMAT, 09 NOVEMBER 2012 | 08:34 WIB

.Kalangan pengusaha di dalam negeri diminta tidak terlena dengan kemenangan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama di Pilpres 6 November lalu. Apalagi ekonomi di Paman Sam itu masih dibayangi krisis.

Wakil Ketua Kamar Dagang Indo­­nesia (Kadin) Bidang Ke­bija­kan Moneter, Fiskal, dan Pu­blik Hariadi Sukamdani menga­kui, terpilihnya kembali Obama lebih banyak membawa efek po­sitif di­banding sisi negatifnya.

Berdasarkan catatan Kadin se­lama empat tahun Obama men­jabat, nilai ekspor Indone­sia ke AS selalu tumbuh. Hing­ga Agus­tus tahun ini, volume per­da­ga­ngan Indonesia-AS men­capai 17,75 juta dolar AS atau setara Rp 168,6 miliar dengan posisi sur­plus di pihak Indonesia.

“Amerika itu salah satu mitra terbaik kita dalam per­dagangan. Beberapa komoditas Indonesia seperti tekstil mendapat keri­nga­n­an tarif saat memasuki pe­labuh­an-pela­buhan utama di Amerika Serikat,” ujar Hariadi saat dikon­tak Rakyat Merdeka, kemarin.

Pendapat berbeda dikata­kan ekonom Econit Hendri Sa­parini. Menurutnya, kesuk­sesan Barack Obama menying­kir­kan penan­tangnya Mitt Rom­ney da­lam pe­milu presiden (pilpres), tak akan memberi pe­rubahan signifi­kan bagi pere­ko­nomian In­donesia.

Dia menyebut, berdasarkan historis selama empat tahun ter­akhir, yakni sejak Obama me­mim­­pin AS, ekonomi nasional justru stagnan. Penyebabnya, pe­­merintahan Obama lebih si­buk mengurusi krisis ekonomi di da­lam negeri. Mulai dari pe­ngelo­laan pajak hingga peman­faatan anggaran.

Sementara untuk kebi­jakan luar negeri, lanjutnya, AS tetap mela­kukan ke­bija­kan regional inte­rest. Negara Adi­daya terse­but akan konsisten me­nguasai sum­ber daya alam negara lain dan itu tidak akan berubah.

Kepala Badan Kebijakan Fis­kal (BKF) Kementerian Ke­ua­ngan (Kemenkeu) Bambang PS Brojonegoro mengungkap­kan, Obama harus fokus dalam pem­benahan ekonomi AS.

Karena itu, menurut Bam­bang, berbagai kebijakan yang diterap­kan anak Menteng itu harus da­pat menyehatkan eko­nomi AS.

“Yang lebih penting itu kese­hatan dan pemulihan eko­nomi AS agar krisis tersebut tidak menjalar ke kawasan lain seperti Asia dan Eropa,” ungkap Bam­bang via SMS, kemarin. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya