Berita

demo anti greenpeace/ist

ANTI GREENPEACE

Dua Pocong Sudah Digantung...

KAMIS, 08 NOVEMBER 2012 | 14:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dua pocong digantungkan ratusan orang yang tergabung dalam Majelis Taklim Barisan Pemuda Salafunassholeh Ahlussunah Wal Jama`ah (Barda Salama) dalam demonstrasi menentang Greenpeace di depan kantor Greenpeace , alan KH Abdullah Syafei, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis siang (8/11).

Dua pocong itu menggambarkan Kepala Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Bustar Maitar, dan Direktur Eksekutif Greenpeace Internasional, Kumi Naidoo.

Menurut keterangan pimpinan Barda Salama, Habib Sholeh bin Muhammad al Hadar, kedua pocong ini digantung sebagai bentuk perlawanan terhadap Greenpeace yang kerap memojokkan Indonesia di dunia internasional.

“Bustar Maitar dan Kumi Naidoo adalah antek asing. Mereka ini menikmati dana haram dari Eropa untuk menghancurkan ekonomi Indonesia,” kata Habib Sholeh.

Selain itu, demonstran juga mengarak dua keranda mayat serta menggelar aksi teaterikal shalat mayat untuk menggambarkan kematian negeri akibat ulah kelompok seperti Greenpeace. Mereka juga menabur tiruan uang dolar AS dan membakar produk Disney sebagai balasan atas boikot Disney terhadap produk kehutanan Indonesia.

“Kami mengutuk aksi zionis Yahudi yang disponsori perusahaan Disney dan kaki tangannya LSM Rainforest Action Network (RAN) dan Greenpeace Indonesia karena menekan Indonesia dengan memboikot produk pertanian dan produk kehutanan Indonesia lainnya,” tegas Habib dalam keterangan yang diterima redaksi.

Dalam aksinya, Barda Salama juga menyerukan pembentukan Satuan Tugas Anti-LSM Asing sebagai wadah semua komponen bangsa untuk menolak kehadiran LSM asing di Indonesia.

Barda Salama juga membentangkan sejumlah spanduk dan poster. Di antaranya bertuliskan “Greenpeace Bawa Misi Kepentingan Asing (Yahudi)”, “Sweeping, Usir LSM Asing Greenpeace dari Indonesia”, “RAN+Disney+Greenpeace = Yahudi. Jajah Ekonomi Indonesia”, “Perketat RUU Ormas Asing”.

“Pada saatnya kita lakukan sweeping produk-produk Yahudi, Walt Disney. Kita sweeping dan usir komprador-koprador asing termasuk Greenpeace dari Indonesia,” ujar Habib.

Dia menambahkan, RAN, Disney, dan Greenpeace adalah Trio Zionis yang ingin menghancurkan perekonomian Indonesia. Apalagi, Mendagri Gamawan Fauzi sudah menegaskan, Greenpeace tidak pernah terdaftar di Kesbangpol Kemendagri. Itu artinya, Greenpeace adalah LSM asing liar sehingga wajib diusir dari Indonesia. Karenanya, Barda Salama mengapresisasi pemerintah dan DPR yang tengah menggodok RUU Ormas. Namun, seharusnya pemerintah lebih memfokuskan kepada peranan dan keberadaan LSM asing di Indonesia dengan membuat RUU khusus LSM asing.

”Pemerintah tidak boleh kalah dengan manuver-manuver liar Greenpeace dan kroni-kroninya. Greenpeace jelas LSM asing sehingga tidak boleh lagi berlindung di balik topeng Perkumpulan. Greenpeace adalah bagian dari skenario global yang bertugas mengobok-obok Indonesia kemudian menguasai Indonesia dengan produk-produk mereka,” paparnya.

Habib Sholeh juga memimpin pembacaan doa tobat yang ditujukan kepada karyawan Greenpeace karena telah menjual negara Indonesia untuk kepentingan asing. Mereka mendoakan karyawan Greenpeace agar bertobat karena jelas-jelas telah menerima, memakan dan menafkahi keluarga dengan uang judi, uang haram.

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan,” ujar Habib Sholeh mengutip Surat Al Maidah ayat 90. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Legislator Nasdem: Bukan Hal Sulit bagi Polri Kejar Spam Judol

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:57

Aksi Dramatis Anggota TNI Selamatkan Balita dari Cengkeraman Paman Sakau

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:45

Sempat Lolos OTT KPK, Bos PT MSA Fika Nur Alawi Resmi Pakai Rompi Oranye

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35

Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ Berdampak Positif terhadap Citra Golkar

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:10

Cak Imin Pastikan Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:07

Telkom Akses Perkuat Kompetensi SDM Digital di Daerah 3T

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:48

Aliansi Kontraktor Geruduk Sudin PRKP Jakut Gegara Dugaan Monopoli Proyek

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:41

Peresmian Kantor UN Tourism Kukuhkan Spanyol di Garda Terdepan Multilateralisme

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:30

Kejagung Endus Dugaan Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Korupsi MBG

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:25

Baru Tiga Bulan Menjabat, Dirut Pos Indonesia Mundur

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:21

Selengkapnya