ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Pengamat pasar modal Reza Priyambada mengatakan, meÂmang ada pengaruh hasil pilpres AS dengan pasar modal di IndoÂnesia. Namun, menurutnya, peÂngaruh itu terjadi secara tidak langsung.
“Pelaku pasar memanÂfaatkan kondisi ini untuk kembali melaÂkukan pembelian selektif (selectiÂve buying) terhadap saÂham-saham yang telah terÂdeÂpresiasi pasca meÂredanya efek rilis kinerja emiÂten,†ujar Reza keÂpada Rakyat MerÂdeka di Jakarta, kemarin.
Reza menjelaskan, pelaku paÂsar modal di Indonesia setiap akan melalukan transaksi di pasar moÂdal selalu melihat keadaan burÂsa saham di regional terutama Hang Seng (Hong Kong) dan Nikkei 225 (Tokyo). Kedua bursa saham di Asia itu terkait langsung deÂngan bursa saham di Eropa dan AS.
“Bila bursa saham di Asia meÂrespons positif bursa saham di Eropa dan Amerika, kecendeÂruÂngÂannya bursa saham IndoneÂsia juga mengalami imbas yang poÂsitif. Karena pelaku pasar kita memang selalu merujuk pada perÂkembangan bursa saham di sana,†jelasnya.
Reza menyatakan, trend pasar modal dunia yang cenderung poÂsitif pasca piplres di AS belum tentu berlangsung lama. MenuÂrutnya, perkemÂbangÂan pasar moÂdal dunia masih tergantung pada kondisi perÂekoÂnomian dunia seÂlanjutnya.
“PoÂtensi pasar modal dunia selanÂjutnya harus didukung oleh data-data ekonomi yang akan diÂrilis nantinya. Apakah perkembaÂngan perekonomian dunia terÂutama Eropa dan Amerika nanÂtinya akan terus positif itulah yang akan mempengaruhi resÂpons pasar modal,†jelasnya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan sesi perÂtama perdagangan menguat 21,58 poin (0,50 persen) ke 4.335,85.
Analis PT BNI secuÂrities AkhÂmad Nurcahyadi meÂngaÂtakan, bursa merespons senÂtimen yang melanda AS. Bursa Wall Street misalnya, mengalami penguatan di hari pemilihan presiden.
“Penguatan pasar di Amerika Serikat berÂpotensi diikuti bursa domestik. Hal itu terefleksi dari investor yang mulai melaÂkukan beli selektif,†kata Akhmad di Jakarta, keÂmarin.
Menurut Akhmad, hasil pemilu presiden bukan satu-satunya fakÂtor yang akan mempengaruhi arah bursa global ke depan. SeÂbab, siapapun yang nanti terÂpilih sebagai Presiden AS, akan dihaÂdapkan pada bagaimana mengÂatasi ancaman jurang fiskal di negara itu tahun depan.
Akhmad memperkirakan, inÂdeks akan melakukan reli hingÂga akhir pekan sebagai akibat tekaÂnan jual yang telah terjadi bebeÂrapa hari terakhir. PenuÂrunan terÂsebut juga memberikan sebuah ruang gerak atas penguÂatan inÂdeks lebih lanjut meski dalam skala terbatas.
Setelah kemenangan Obama kemarin, sursa regional bervariasi cenÂdeÂrung menguat hingga puÂkul 12.15 WIB. Indeks Nikkei 225 terkoreksi tipis 0,03 persen ke 8.972,41, indeks Hang Seng naik 0,38 persen ke 22.027,25, indeks Strait Times naik 0,48 persen ke 3.033,64.
Seperti diketahui, Negeri PaÂman Sam baru saja melakÂsanakan pilpres. BerÂdasarkan hasil pengÂhitungan suara, Obama kembali terpilih sebagai Presiden AS unÂtuk kedua kalinya.
Direktur Utama BEI Ito WarÂsito mengakui, kemenangan ObaÂma sebagai Presiden AS untuk kedua kalinya menjadi keÂunÂtuÂngan bagi Indonesia.
“SeÂlama masa pemerintahanÂnya kan trenÂdnya meningkat, dihaÂrapkan kemÂbali meningkat pada masa peÂmerintahannya sekarang. KaÂrena kan emiten-emiten kita kan baÂnyaknya eksÂportir, tentunya hal itu memÂberiÂkan dampak poÂsitif,†jelas Ito.
Frekuensi transaksi tercatat mencapai 66.051 kali pada volume 2,23 miliar lembar saham sebesar Rp 1,84 triliun. SeÂbanyak 106 saÂham naik, 89 saham turun dan siÂsanya 108 saham tidak bergerak. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34