Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Investor Tancap Gas Manfaatkan Kemenangan Obama Di Pilpres

Kalangan Eksportir Diminta Lebih Jeli Lihat Peluang Pasar Amerika
KAMIS, 08 NOVEMBER 2012 | 08:29 WIB

Euforia kemenangan Barack Obama dalam pemilu presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) men­dapat respons positif dari pelaku pasar di dalam ne­geri. Kalangan eksportir Indonesia diminta lebih getol memanfaatkan moment ini.

Pengamat pasar modal Reza Priyambada mengatakan, me­mang ada pengaruh hasil pilpres AS dengan pasar modal di Indo­nesia. Namun, menurutnya, pe­ngaruh itu terjadi secara tidak langsung.

“Pelaku pasar meman­faatkan kondisi ini untuk kembali mela­kukan pembelian selektif (selecti­ve buying) terhadap sa­ham-saham yang telah ter­de­presiasi pasca me­redanya efek rilis kinerja emi­ten,” ujar Reza ke­pada Rakyat Mer­deka di Jakarta, kemarin.

 Reza menjelaskan, pelaku pa­sar modal di Indonesia setiap akan melalukan transaksi di pasar mo­dal selalu melihat keadaan bur­sa saham di regional terutama Hang Seng (Hong Kong) dan Nikkei 225 (Tokyo). Kedua bursa saham di Asia itu terkait langsung de­ngan bursa saham di Eropa dan AS.

“Bila bursa saham di Asia me­respons positif bursa saham di Eropa dan Amerika,  kecende­ru­ng­annya bursa saham Indone­sia juga mengalami imbas yang po­sitif. Karena pelaku pasar kita memang selalu merujuk pada per­kembangan bursa saham di sana,” jelasnya.

Reza menyatakan, trend pasar modal dunia yang cenderung po­sitif pasca piplres di AS belum tentu berlangsung lama. Menu­rutnya, perkem­bang­an pasar mo­dal dunia masih tergantung pada kondisi per­eko­nomian dunia se­lanjutnya.

“Po­tensi pasar modal dunia selan­jutnya harus didukung oleh data-data ekonomi yang akan di­rilis nantinya. Apakah perkemba­ngan perekonomian dunia ter­utama Eropa dan Amerika nan­tinya akan terus positif itulah yang akan mempengaruhi res­pons pasar modal,” jelasnya.

 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan sesi per­tama perdagangan menguat 21,58 poin (0,50 persen) ke 4.335,85.

Analis PT BNI secu­rities Akh­mad Nurcahyadi me­nga­takan, bursa merespons sen­timen yang melanda AS. Bursa Wall Street misalnya, mengalami penguatan di hari pemilihan presiden.

“Penguatan pasar di Amerika Serikat ber­potensi diikuti bursa domestik. Hal itu terefleksi dari investor yang mulai mela­kukan beli selektif,” kata Akhmad di Jakarta, ke­marin.

Menurut Akhmad, hasil pemilu presiden bukan satu-satunya fak­tor yang akan mempengaruhi arah bursa global ke depan. Se­bab, siapapun yang nanti ter­pilih sebagai Presiden AS, akan diha­dapkan pada bagaimana meng­atasi ancaman jurang fiskal di negara itu tahun depan.

Akhmad memperkirakan, in­deks akan melakukan reli hing­ga akhir pekan sebagai akibat teka­nan jual yang telah terjadi bebe­rapa hari terakhir. Penu­runan ter­sebut juga memberikan sebuah ruang gerak atas pengu­atan in­deks lebih lanjut meski dalam skala terbatas.

Setelah kemenangan Obama kemarin, sursa regional bervariasi cen­de­rung menguat hingga pu­kul 12.15 WIB. Indeks Nikkei 225 terkoreksi tipis 0,03 persen ke 8.972,41, indeks Hang Seng naik 0,38 persen ke 22.027,25, indeks Strait Times naik 0,48 persen ke 3.033,64.

Seperti diketahui, Negeri Pa­man Sam baru saja melak­sanakan pilpres. Ber­dasarkan hasil peng­hitungan suara, Obama kembali terpilih sebagai Presiden AS un­tuk kedua kalinya.

 Direktur Utama BEI Ito War­sito mengakui, kemenangan Oba­ma sebagai Presiden AS untuk kedua kalinya menjadi ke­un­tu­ngan bagi Indonesia.

“Se­lama masa pemerintahan­nya kan tren­dnya meningkat, diha­rapkan kem­bali meningkat pada masa pe­merintahannya sekarang. Ka­rena kan emiten-emiten kita kan ba­nyaknya eks­portir, tentunya hal itu mem­beri­kan dampak po­sitif,” jelas Ito.

 Frekuensi transaksi tercatat mencapai 66.051 kali pada volume 2,23 miliar lembar saham sebesar Rp 1,84 triliun. Se­banyak 106 sa­ham naik, 89 saham turun dan si­sanya 108 saham tidak bergerak. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya