Berita

BPN Lamban, Sengketa Tanah Berpotensi Bentrokan di Pondok Gede

SELASA, 06 NOVEMBER 2012 | 11:59 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sebagian besar kasus sengketa tanah terjadi akibat kelambanan birokratis di lingkungan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Ketegangan telah bertahun-tahun menyelimut di sebuah lahan dengan luas 1574 m2, berlokasi di Jalan Raya Pondok Gede no. 39 RT002/001 Kelurahan Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi.

Tanah itu berstatus Tanah Negara Bebas yang sejak 1976 digarap turun temurun oleh keluarga Ibu Sri Sumarni. Namun, sejak beberapa tahun lalu selalu diancam pembongkaran oleh pihak AURI.


Pihak BPN diduga sebagai biang kerok kekisruhan yang mengakibatkan ketegangan antara pihak TNI AD dan TNI AU.

"Proses hukum soal tanah sedang berjalan, seiring konversi SHM (sertifikat hak milik) yang tersendat-sendat di BPN. Padahal bukti surat-surat sudah lengkap dari RT sampai Camat," tegas pihak keluarga Sri Sumarni, Coki Lubis, kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa (6/11).

Dia ungkapkan, pada sekitar 2008, sebagian lahan sempat dibongkar. Namun, kala itu ada perintah lisan dari pimpinan TNI untuk hentikan kegiatan AURI yang memang tidak memiliki bukti lengkap kepemilikan.

"Adanya perintah tersebut karena ada keberatan dari suami ibu Sri Sumarni, mantan Kapten TNI AD Suwarno, yang terpaksa menggunakan link angkatan daratnya," ucap Coki.

Coki menyayangkan, pada pekan lalu (30/10) datang kembali surat pengosongan yang isinya menyatakan bahwa dalam tujuh hari ke depan (hari ini) akan ada pembongkaran kembali, yang ditandatangani oleh Komandan Lanud Halim Perdanakusuma.

Ketegangan antara pihak Koramil dan Korem setempat dengan pihak TNI AU, karena keluarga Kapten (purn) Suwarno merasa AURI menggunakan kekuatan memaksa dan pengerahan personel.

Coki pun sudah berkali-kali melayangkan permintaan kepada pihak BPN Kota Bekasi agar memberitahu perkembangan proses konversi status tanah tersebut.

'Saya khawatir bila tidak segera mediasi, terjadi benturan di sini. Bila terjadi benturan, sangat mungkin BPN menjadi sorotan publik karena belum juga ada mediasi sejak diketahui sengketanya, yakni tahun 2010-2011 silam," terang Coki.

Dia tegaskan lagi bahwa berkas persyaratan untuk membuat sertifikat hak milik sudah terpenuhi dan tinggal selangkah lagi pengesahan.

"Namun tiba-tiba pending (tertunda) di BPN, dan ini sudah lebih dari setahun," sesalnya. [ald]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya