Berita

Akbar Tandjung

Wawancara

Akbar Tandjung: Peluang JK Jadi Capres Hanya Dari Partai Lain

MINGGU, 04 NOVEMBER 2012 | 08:39 WIB

Hadirnya tokoh senior saat perayaan HUT Partai Golkar ke-48 memberi nilai positif. Bukti, mereka memberikan apresiasi terhadap kegiatan partai berlambang pohon beringin itu.

“Ini menunjukkan masih ada kedekatan antara tokoh senior dengan pengurus Partai Golkar dari pusat hingga daerah,’’ kata Ketua Dewan Pertimbangan Par­tai Golkar, Akbar Tandjung, ke­pada Rakyat Merdeka, ke­marin.

Seperti diketahui, bekas Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla (JK), bekas Wapres BJ Habibie, dan Ak­bar Tandjung datang saat pera­yaan HUT Partai Golkar ke-48, Rabu (31/10). Acara juga dihadiri Wapres Boediono.

Akbar Tandjung selanjutnya mengatakan, kedatangan para tokoh senior tersebut bisa men­jadi sumber motivasi yang dapat meningkatkan keyakinan jajaran partai untuk berjuang bagi ke­menangan Partai Golkar dalam Pemilu 2014.

“Diharapkan juga akan mampu me­ningkatkan elektabilitas Partai Golkar lebih tinggi lagi. Keda­ta­ng­an para tokoh senior Golkar ini akan meningkatkan ke­ya­kinan masyarakat terhadap Golkar,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya;

Apa tokoh senior itu diun­dang?

Ya. Kami mengundang senior-senior Golkar dan partai politik lain, termasuk para menteri. Alham­dulillah Pak Boediono bisa hadir walaupun beliau tidak memberikan sambutan. Itu sudah cu­kup memberikan apresiasi ter­hadap Golkar.

Kemudian senior-senior lain seperti Pak Habibie, dan Pak JK itu merupakan apresiasi kepada Partai Golkar. Sebenarnya tidak ada sesuatu yang istimewa, bia­sa-biasa saja. Tapi tentunya kami bersyukur.

Sejauhmana kedatangan tokoh senior itu bisa mendong­krak perolehan suara Partai Gol­kar?

Dengan kedatangan mereka ke Ultah Golkar ini menunjukkan bahwa beliau-beliau ini masih memberikan perhatian terhadap kegiatan-kegiatan Partai Golkar. Ini tentu memberikan semangat bagi pengurus untuk memenang­kan partai ini dalam pemilu men­datang.

Kalau tahu begitu, kenapa ti­dak tidak diundang saat Rapimnas?

Pak JK tidak hadir dalam Ra­pimnas karena tidak mem­punyai posisi formal dalam se­truk­tur partai. Yang ikut dalam Rapimnas itu adalah DPP, DPD I, dan ormas-ormas pendukung, serta dewan pertimbangan.

Tapi, kedatangannya dalam HUT Golkar ini sebagai sesuatu yang positif bagi kami.

Semacam angin segar be­gitu?

Saya rasa kalau dari sisi Partai Golkar, ya. Keyakinan yang ada bi­sa seperti itu. Ingat, menjadi angin segar bagi Partai Golkar saja.

Apa kedatangan JK itu bisa menaikkan elektabilitas Ical?

Kalau sejauh itu, saya belum bisa mengatakan. Tapi keda­tangan para tokoh senior Golkar ini memperlihatkan bahwa inter­nal Golkar cukup kompak dan masih ada kebersamaan.

Soal sejauh mana akan bisa me­naikkan elektabilitas Ical de­ngan kedatangan JK ini, saya be­lum bisa mengatakannya. Na­mun, orang akan melihat, sudah nam­pak kebersamaan dan ber­dam­pak baik pada institusi Gol­kar.

Memangnya sudah berda­mai ya?

Di Golkar itu tidak ada perseli­sihan. Saya kira, sudah nampak kebersamaan. Tapi kalau dari segi pencalonan presiden, karena Pak JK sendiri mengatakan siap maju bila ada yang mencalonkan. Ya, silakan saja.

Pak Ical juga mengatakan, ka­lau Pak JK mau maju nyapres, silakan dari partai lain. Saya rasa, Pak JK juga akan melihat peluang itu, tapi dari partai lain.

Bagaimana peluang Ical pada Pilpres 2014?

Itu tergantung elektabilitas be­liau. Tentunya kami meng­harap­kan elektabilitasnya terus naik, seyogyanya di atas Partai Golkar.

Kalau bisa, beliau tidak hanya dipilih pendukung Golkar. Tapi  dipilih orang yang tidak me­mi­lih Golkar pada Pemilu 2014. Ar­tinya, mendapat dukungan dari pemilih lain.

Apakah benar elektabilitas Ical susah naik?

Kami cermati terus elekta­bi­litas Pak Ical. Sejuh yang kami ke­tahui elektabilitas Partai Gol­kar berada di nomor satu. Pada umumnya, ha­sil lembaga survei me­nempatkan Golkar pada no­mor satu. Ada se­kitar empat lem­baga survei.  Kami berharap, tidak hanya Partai Golkar saja yang naik, te­ta­pi elektabilitas Pak Ical juga naik.

Jika elektabilitas Ical tidak naik, apa ada kemungkinan JK dicalonkan Partai Golkar?

Kalau ada partai lain yang ingin mencalonkan Pak JK, sila­kan saja, seperti dikatakan Pak Ical. Sebab, Partai Golkar sudah menetapkan Aburizal Bakrie se­bagai capres Golkar, sehing­ga peluang capres dari Golkar tidak ada lagi selain Pak Ical.

Sudah benar-benar tertu­tup?

Pada waktu dulu, penentuan yang dilakukan Partai Golkar itu dengan mekanisme terbuka, de­mokratis.

Tapi sekarang ini de­ngan dide­klarasikannya Pak Ical sebagai calon presiden dari Gol­kar, tentunya tidak ada lagi ke­mungkinan ca­lon lain. Pak JK me­mang masih ada peluang nya­pres, tapi dari partai lain. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

UPDATE

Wall Street Menguat Ditopang Kebangkitan Saham Teknologi

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:11

Pemerintah Pastikan Beras Nasional Pasok Kebutuhan Jamaah Haji 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:07

KPK Akan Panggil Lasarus dan Belasan Anggota Komisi V DPR Terkait Kasus Suap DJKA

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:49

Harga Emas Dunia Melejit, Investor Antisipasi Kebijakan The Fed 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:36

Menhaj Luncurkan Program Beras Haji Nusantara

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:18

Raja Charles Siap Dukung Penyelidikan Polisi soal Hubungan Andrew dan Epstein

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:15

Prabowo Paham Cara Menangani Kritik

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:09

Saham UniCredit Melejit, Bursa Eropa Rebound ke Level Tertinggi

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:00

Suara Sumbang Ormas

Selasa, 10 Februari 2026 | 06:57

Dirut BPR Bank Salatiga Tersangka Korupsi Kredit Fiktif

Selasa, 10 Februari 2026 | 06:40

Selengkapnya