Berita

Djoko Sarwoko

Wawancara

Djoko Sarwoko: Hasil Pemeriksaan Hakim Nakal Pasti Diumumkan Ke Publik...

JUMAT, 26 OKTOBER 2012 | 08:39 WIB

.Masyarakat diminta bersabar menunggu tindakan yang diambil Mahkamah Agung (MA) terhadap hakim bermasalah atau hakim nakal.

‘’Pasti diumumkan ke publik ha­sil pemeriksaan terhadap ha­kim-hakim yang tersangkut ma­salah,’’ kata Juru Bicara MA Djo­ko Sarwoko kepada Rakyat Mer­deka, kemarin.

Seperti diketahui, majelis ha­kim Peninjauan Kembali (PK) MA membebaskan hukuman ma­ti atas putusan kasasi MA. Per­tama dijatuhkan kepada warga Ni­geria Hillary K Chimezie, pe­milik 5,8 kilogram heroin, bebas dari hukuman mati menjadi pen­jara 12 tahun.

Sedangkan kasus yang kedua, MA juga membebaskan pemilik pabrik ekstasi Hengky Gunawan dari hukuman mati menjadi 15 tahun penjara.

Hakim lain yang menjadi soro­tan public adalah Puji Widjayanto ditangkap saat pesta narkoba ber­sama empat teman wanitanya dan dua pria. Hakim Pengadilan Ne­geri Bekasi itu dibekuk BNN, Se­lasa (16/10) sore, di diskotik Illi­gals Hotels and Club, Jalan Ha­yam Wuruk, Jakarta Barat.

Djoko Sarwoko selanjutnya mengatakan, pihaknya sudah me­meriksa Hakim Agung Imron An­wari atas putusannya yang mem­bebaskan hukuman mati gembong narkoba Hengky Gu­nawan.

“Sabar, nanti akan kita siarkan dan beritakan mengenai konto­versi putusan hakim Imron itu,” katanya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Kenapa tidak diambil kepu­tu­san sekarang ini?

Butuh waktu untuk mempro­sesnya, agar tidak ada kesalahan dalam memutuskan nanti. Semua masalah yang terkait para hakim kini sedang diproses untuk dapat menentukan keputusan yang tepat.

Sudah sampai mana peme­riksaannya?  

Saat ini sedang berlangsung pemeriksaan atas putusan beliau. Ya ditunggu saja.

Memangnya sulit pemerik­saannya, sehingga butuh wak­tu?

Namanya juga diteliti. Yang je­las sampai sekarang masih dalam proses. Saya rasa tidak la­ma juga. Nanti putusannya diin­formasikan dan dipublika­sikan. Mohon sabar. Sebab, kami mela­kukan investi­gasi terhadap ma­salah tersebut.

Bukankah pemeriksaan dila­ku­kan secara maraton?

Pemeriksaan dilakukan secara maraton. Tapi kan tidak hanya Hakim Agung Imron Anwari saja yang diperiksa tetapi juga bebe­rapa pihak yang terkait dengan putusan tersebut.

Siapa saja itu?

Seluruh majelis hakim yang menangani perkara itu, termasuk operator dan panitera pengganti. Ini berarti tidak hanya Hakim Agung Imron Anwari saja yang diperiksa.

Yang diutamakan putusan Hengky Gunawan dulu. Sebab, di­persoalkan publik. Tidak tertu­tup kemungkinan akan ditanya­kan juga perkara-perkara lain ter­kait narkotika.

Bagaimana dengan hakim Puji Wijayanto yang terjerat kasus narkoba?

Kalau di MA jelas penanganan­nya. Sekarang posisi dia sudah da­lam status diberhentikan se­mentara  atau diskors.

Apa ada penyidangan sebe­lum dikenakan pemberhen­tian sementara?

Tidak ada sidang.

Kenapa?

Ya, tidak ada. Kalau dia ter­sangkut masalah kriminal sepeti itu kan kami nggak perlu mela­kukan sidang etik, sidang disiplin atau lainnya.

Siapa yang menanganinya?

Setelah diskors dia langsung diproses oleh pihak yang berwe­nang untuk diperiksa sebagai­mana mestinya.

Hanya diskors saja?

Ya. Kalau masalah pidana me­mang bukan kita. Tapi masalah status kepegawaian atau tidak­nya, barulah MA yang menen­tukannya.

Dalam aturannya kalau hakim tersangkut perkara narkoba tentu dia akan diserahkan pada Badan Narkotika Nasional (BNN) atau pihak kepolisian. Biarlah kepoli­sian atau BNN itu yang mem­pro­sesnya.

Kenapa tidak dipecat saja?

Setahu saya saat ini dia diber­hentikan sementara atau diskors.

Sampai kapan skors itu?

Sampai selesai.  [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya