Berita

Nikita Mirzani

Blitz

Nikita Mirzani, Aniaya Teman Di Kafe Kemang

KAMIS, 18 OKTOBER 2012 | 09:49 WIB

RMOL. Nikita sudah ditetapkan jadi tersangka oleh Polda Metro Jaya. AR, pacar Nikita, juga sedang dikejar karena diduga terlibat dalam aksi penganiayaan.

Nikita Mirzani lagi apes. Artis seronok ini resmi ditetapkan jadi tersangka oleh Polda Metro Jaya atas tuduhan melakukan pe­nganiayaan. Mengaku kaget dan shock, Nikita seperti pura-pura tidak tahu status tersangka telah ditetapkan kepada dirinya.

 â€œAh, kata siapa jadi tersangka? Belum dikasih tahu tuh. Dapat kabar dari mana?” kata Nikita saat dihubungi Rakyat Mer­deka di Jakarta, kemarin.

Janda satu anak ini bingung dengan berita yang bersliweran dua hari ini. Oleh kare­nanya, dia belum bisa menjelaskan tang­gap­an resmi, termasuk langkah hukum yang akan ditempuh. “Saya belum bisa bilang apa-apa dulu. Belum tahu juga. Yang pasti kaget lah,” ucap Nikita.

 â€œKalau sudah jelas duduk masalahnya saya pastikan akan ngomong. Sekarang gak komentar dulu lah,” sambung bintang film Perempuan-Perempuan Liar dan Nenek Gayung ini.

Saat proses hukum berjalan, nyatanya Nikita sudah ketakutan. Khususnya terkait kariernya di dunia hiburan yang bakal ter­ancam. “Iya lumayan terganggu juga ka­rena perhatian jadi tersita,” ungkapnya.

Nikita dituduh telah menganiaya se­orang wanita di The Papillon, Shy Rooftop Cafe, Kemang, Jaksel. Tak disangka, yang me­lapor dan jadi korban penganiayaan itu ada­lah Olivia Maesandy, teman Nikita sendiri! Nikita dijerat dengan pasal 351 dengan an­caman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara.

Menurut Suprianus Kandolia, SH, kuasa hukum yang diminta Nagaswara (label Nikita) membantu Niki saat diperiksa di Polda Metro Jaya, Selasa malam (16/10), Nikita menyanggah tuduhan penyidik te­lah memukul dengan tangan sampai wajah kor­ban memar. Karenanya, Nikita me­no­lak me­nandatangani berita acara peme­riksaan (BAP) sebagai tersangka.

“Di video rekaman CCTV kafe, dia ha­nya bantu menarik temannya yang dipukul, yang sedang terlibat jambak-jambakan. Dia menarik untuk memisahkan mereka,” dalih Suprianus kepada wartawan.

Saat itu, dia menegaskan, kondisi Nikita dalam keadaan sadar, tidak sedang ma­buk. Nikita diklaim ke Papillon sepulang syuting untuk menjumpai seorang teman. Selain dirinya, menurut rekaman CCTV, ada seorang laki-laki lain yang ikut melerai per­tengkaran yang terjadi.

Guna mendalami latar belakang aksi penganiayaan Nikita, polisi masih me­lakukan pengejaran terhadap AR, pacar Nikita. Dari keterangan awal, Nikita me­lakukan penganiayaan karena membela temannya.

“AR pacar NM masih dikejar. Kemarin (Selasa malam) tidak datang bersama NM. Belum banyak yang disampaikan, korban sendiri tidak tahu,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, kemarin.  

Dia menjelaskan, kasus penganiayaan itu terjadi pada Rabu, 5 September 2012, sekitar pukul 20.30 WIB. Nikita, lanjutnya, mela­kukan pemukulan dengan tangan kosong sehingga korban mengalami luka memar di pipi kiri dan pendarahan di selaput mata.

“Korban tidak melawan karena tidak siap sehingga terjadi begitu saja,” kata Rikwanto.

Fakta lainnya, sebe­narnya polisi hendak menjemput paksa Nikita karena yang ber­sang­kutan mangkir dari pang­gilan pertama dan kedua dengan alasan sibuk syuting. Namun sebelum dijemput, Nikita datang terlebih dulu menyerahkan diri ke Polda Metro.

“Sudah dilakukan panggilan kedua, be­gitu akan dijemput yang bersangkutan da­tang Selasa jam 16.00 WIB ke Polda Metro. Dia menyerahkan diri,” beber Rikwanto.

Selama kariernya, Nikita doyan umbar kontroversi karena ulah nakalnya. Misalnya, foto-foto topless-nya yang beredar luas di dunia maya. Ia juga pernah meng­hebohkan publik karena kasus pemukulan dengan vo­kalis band The Potters, Kiky, pada 2010. Masalah ini sempat berbuntut panjang hingga akhirnya bisa diselesaikan.  

Nikita pernah pula dikabarkan dekat de­ngan Ricky Harun, Andrew Andhika dan bermesum ria dengan Indra Birowo yang sudah beristri. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Budi Arie Bakal Dipolisikan soal Ucapan Percepatan Pemilu 2029

Senin, 07 September 2026 | 22:28

Teluk Bayur: Jangan Membangun Aset Tanpa Kargo

Senin, 07 September 2026 | 22:10

PLTP Gunung Ungaran Miliki Sejumlah Manfaat, Eksplorasi Layak Dilanjutkan

Senin, 07 September 2026 | 21:55

Purbaya Tak Ambil Pusing Pramono Ngotot Terbitkan Obligasi DKI Rp5,2 Triliun

Senin, 07 September 2026 | 21:35

BRI dan Serikat Pekerja BRI Tandatangani PKB 2026-2028

Senin, 07 September 2026 | 21:28

Wakapolri Minta Kecakapan Personel dalam Penanganan Bencana dan Konflik Sosial

Senin, 07 September 2026 | 21:15

Dua Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Kompak Mangkir Panggilan KPK

Senin, 07 September 2026 | 20:50

Prabowo Instruksikan BRI dan BSI Siapkan Rekening untuk Masyarakat

Senin, 07 September 2026 | 20:48

OJK Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggaran Keterbukaan Informasi

Senin, 07 September 2026 | 20:46

Pemerintah Siapkan OMC Atasi Sebaran Abu Anak Krakatau di Empat Provinsi

Senin, 07 September 2026 | 20:31

Selengkapnya