Berita

Marzuki Alie

Wawancara

WAWANCARA

Marzuki Alie: Survei Bilang Demokrat Merosot,Kita Tunggu Saja Hasil Pemilu 2014

RABU, 17 OKTOBER 2012 | 11:25 WIB

Berdasarkan sejumlah hasil survei, elektabilitas Partai Demokrat terus menurun. Tapi petinggi partai itu tidak merasa risau. Tidak merisaukan hasil survei tersebut.

“Hasil survei itu tidak perlu dikomentari berlebihan. Biarkan saja. Yang jelas kami ini terus memberikan terbaik kepada rakyat,” ujar Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Mar­zuki Alie,  kepada Rakyat Merde­ka, kemarin.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil riset nasional Saiful Mujani Research Center (SMRC), Partai Demokrat berada pada posisi ke­tiga dengan perolehan  8 persen atau di bawah PDIP yang men­ca­pai 9 persen dan Partai Golkar 14 persen.

SMRC menyebutkan, salah satu faktor penyebab pemilih Par­tai Demokrat menurun karena pem­beritaan mengenai kasus korupsi yang melibatkan petinggi partai itu.

 Marzuki Alie selanjutnya me­ngatakan, hasil survei sebagai kaca dalam melakukan evaluasi. Saat ini Partai Demokrat terus berbenah untuk meningkatkan ke­percayaan masyarakat.

‘Kami mengakui bahwa survei yang bermunculan saat ini se­ba­gai alat ukur sepanjang survei itu kredibel,” ucap Ketua DPR itu.

Berikut kutipan selengkapnya:


Anda merasa survei itu ku­rang kredibel?

Mereka yang tahu. Saya nggak mau berkomentar mengenai pan­dangan-pandangan yang dila­ku­kan para peneliti melalui survei itu. Biarkan saja. Kami terus ber­benah.

    

Berbenah apa saja?

Itu kan internal kami di Partai Demokrat. Pastinya, kami juga punya cara-cara untuk berbenah diri. Itu rahasia internal. Saya rasa ti­dak perlu diungkapkan ke publik.

   

Bagaimana kalau sampai 2014, elektabilitas Partai De­mok­rat terus menurun?

Bagi kami saat ini adalah usaha dan kerja keras. Di samping itu kami juga punya target.  Antara usa­ha dan target itu kami sin­kron­kan saja.

Pemilu 2014 kan masih lama, sehingga ada waktu yang cukup untuk terus berusaha dan ber­benah diri. Saya yakin dengan tu­run ke daerah dan melakukan pro­gram kerakyatan akan men­da­patkan simpati dari rakyat. Ujung­nya bisa mendongkrak elek­tabilitas Partai Demokrat.


Berapa targetnya Pemilu 2014?

Target kami sesuai hasil kong­res adalah 30 persen suara. Target itu kami perjuangkan. Hasil kongres itu kami jalankan saja.


Anda yakin target itu bisa tercapai?

Jika sudah berpolitik maka harus bersikap optimistis. Kalau nggak optimistis, sebaiknya tidak usah berkompetisi. Kami tetap yakin target tersebut bisa diraih mes­ki hasil survei bilang terus me­rosot. Kita tunggu saja hasil Pemilu 2014.


Bukankah elektabilitasnya partai lain terus naik?

Naik dan turun dalam kom­petisi itu hal yang biasa, wajar-wajar saja. Ada menang, ada juga kalah. Saya rasa tidak perlu diper­soalkan. Bagi kami saat ini ber­usaha sekuat tenaga agar bisa me­nang, tidak perlu ga­mang dan susah. Kami kerja keras sajalah.


Turunnya elektabilitas itu gara-gara banyak kader Partai Demokrat  terseret korupsi, komentar Anda?

Setiap kasus itu pasti ada pe­nga­ruhnya bagi semua parpol. Ta­pi sejauh mana pengaruhnya, ten­tunya kami harus meng­ana­lisis lagi. Belum tentu korelasinya besar.

Partai Demokrat didirikan bukan untuk melindungi korupsi, melainkan membangun bangsa ini dengan bersih dan transparan. Partai Demokrat tidak pernah melindungi koruptor.


Turunnya elektabilitas itu gara-gara banyak kader Partai Demokrat  terseret korupsi, komentar Anda?

Setiap kasus itu pasti ada pe­nga­ruhnya bagi semua parpol. Ta­pi sejauh mana pengaruhnya, ten­tunya kami harus meng­ana­lisis lagi. Belum tentu korelasinya besar.

Partai Demokrat didirikan bukan untuk melindungi korupsi, melainkan membangun bangsa ini dengan bersih dan transparan. Partai Demokrat tidak pernah melindungi koruptor.


O ya, bagaimana pandangan Anda soal revisi Undang-Un­dang Pemilu?

Masalah itu kan saat ini belum ada keputusannya. Biarkan di­proses saja. Partai Demokrat se­bagai partai pemerintah dan ba­gian dari koalisi tentunya harus mem­pertimbangkan semua ang­gota koalisi.

   

Kenapa revisi Undang-Undang Pemilu tidak kelar-kelar?

Secara teknis kalau mengenai itu saya tidak tahu. Kami lihat du­lulah bagaimana teman-teman di koalisi.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya