Berita

jero wacik/ist

Mengapa Menteri Jero Menjadi Kerdil dan Merendahkan Bangsa Sendiri?

JUMAT, 12 OKTOBER 2012 | 21:08 WIB | LAPORAN:

Keuangan Pertamina terbatas. Jika seluruhnya dialokasikan untuk pengelolaan Blok mahakam, maka bisa dipastikan ratusan proyek Pertamina lainnya akan terbengkalai. Itu salah satu alasan yang membuat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik lebih memilih menyerahkan hak kelola blok yang terletak di Kalimantan Timur itu ke perusahaan asing seperti Total dari Perancis dan Inpex dari Jepang.

Menurut  Direktur Eksekutif  Indonesia Resources Studies (Irres), Marwan Batubara, alasan itu hanyalah akal-akalan Menteri Jero.

"Jero mestinya paham, keterbatasan keuangan di tangan, cash on hand, bukan masalah, sepanjang Pertamina memiliki underlying asset. Underlying asset ini bisa menjamin kucuran kredit perbankan atau lembaga keuangan. Apalagi hal ini didukung oleh pemerintah," sambungnya dalam keterangan yang diterima Rakyat Merdeka Online, malam ini (Jumat, 12/10).


Menteri Jero pun diminta Marwan mencontoh negara lain dalam kepemilikan cadangan minyak nasional.  

"Dari empat miliar barel cadangan minyak nasional, Pertamina hanya memiliki 500 juta barel. Bandingkan dengan Malaysia yang penduduknya 20 juta jiwa tapi aset cadangan minyak Petronas delapan miliar barel. Lalu Arab saudi yang berpenduduk 22 juta jiwa tapi Aramco Saudi Arabia memiliki aset cadangan minyak sebesar 265 miliar barel. Lalu ada Venezuela yang penduduknya 6 juta jiwa namun memiliki aset cadangan minyak sebesar 296 miliar barel," jelasnya.

Semua pemerintah negara tersebut mendukung BUMN-nya menguasai cadangan minyak nasional. Lalu kenapa Menteri Jero jadi kerdil damn tega merendahkan kemampuan bangsanya sendiri?

"Pertamina adalah perusahaan minyak tertua di dunia dan membuktikan kemampuannya dalam mengoperasikan kilang LNG kelas dunia seperti Arun dan Badak. Dan sudah sepantasnya pemerintah memberikan hak kelola kepada Pertamina untuk mengurus Blok Mahakam," demikian Marwan. [arp]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya