Joko WiÂdodo dan Basuki Tjahaja PuÂrÂnama
Joko WiÂdodo dan Basuki Tjahaja PuÂrÂnama
Wawan, penjaga rumah itu menyebutkan kedua anak kecil itu adalah cucu-cucu Fauzi Bowo. “Abis menjemput cucu Bapak dari sekolah,†ujarnya.
Mulai Senin, Fauzi Bowo tak lagi menjabat gubernur DKI Jakarta. Kekalahannya dalam pemilihan gubernur putaran dua 20 September lalu mematahkan keinginannya untuk menjabat dua periode.
Menurut Wawan, sepanjang Senin Fauzi Bowo tak melakukan kegiatan apa-apa. Ia mengÂhabisÂkan waktunya bersama cucu-cucu. Semua anak dan cucu Fauzi memang diminta tinggal bersama di rumah ini. Sebelumnya, keÂluarga Fauzi juga diboyong ke ruÂmah dinas di Jalan Taman Suropati saat dia menjabat guberÂnur DKI.
Baru Selasa kemarin, Fauzi keÂluar rumah. Ia keluar sejak pukul 10 pagi. “Bapak keluar bila ada agenda saja,†kata Wawan yang mengenakan seragam safari hitam ini.
“Tadi ada orang yang jemput dan Bapak langsung ikut saja. Saya nggak tahu tujuannya kemana karena tidak diberitahu,†tuturnya.
Bosnya pergi sendirian. Tak mengajak istri maupun keluarga. “Ibu lagi istirahat saja di rumah,†kata Wawan.
Setelah tak lagi menjabat, FauÂzi harus melepas berbagai fasiÂlitas. Selain tak lagi berhak tingÂgal di rumah dinas, pengawalan terhadapnya pun ditarik.
Pemantauan Rakyat Merdeka, di rumah pribadi Fauzi di Jalan Teuku Umar nomor 24, Menteng, Jakarta Pusat ini tampak sepi. Tak terlihat orang pengawal yang berÂkeliaran di pekarang rumahnya. Tak seperti ketika dia tinggal di ruÂmah dinas dulu.
Menurut Wawan, tujuh pengaÂwal pribadi yang berasal dari keÂpolisian sudah ditarik. Hanya tingÂgal satu orang yang menÂdampingi Fauzi ke mana-mana. Selain sebagai pengawal, dia juga menjadi asisten pribadi. Untuk pengamanan rumah diserahkan kepada satpam.
Rumah Fauzi Bowo terletak di jalan utama di kawasan peruÂmaÂhan elite Menteng. Rumahnya cukup rindang karena dipenuhi pohon-pohon besar. Pagar besi berduri setinggi dua meter meÂmÂbentengi rumah.
Gerbang masuk ke dalam ruÂmah memiliki lebar empat meter. Letaknya di bagian tengah. GerÂbang ini hanya dibuka jika pengÂhuni rumah hendak keluar-maÂsuk. Di samping kanan dan kiri gerbang dipasang nomor rumah: 24.
Masuk ke dalam gerbang terdapat halaman rumah yang cukup luas. Halaman ini ditutupi cone block. Halaman ini berÂfungsi sebagai tempat parkir kendaraan.
Tampak tiga mobil parkir di sini. Yakni Toyota Land Cruiser berÂnopol B 1632 LF, Toyota Land Cruiser B 88 RFD dan Nissan X-trail B 1379 RFT. Melihat dari plat nomornya, dua dari tiga moÂbil itu merupakan kendaraan dinas.
Rumah yang ditempati Fauzi dan keluarganya bermodel lawas. Bangunannya hanya satu lantai. Kayu jati mendominasi bangunan yang sudah berusia puluhan tahun itu. Kayu yang terkenal awet dan keras itu digunakan untuk pintu dan jendela. Rumah ini dijaga empat satpam yang mengenakan pakaian safari.
Walaupun sudah tak lagi menÂjabat gubernur, Fauzi Bowo tetap akan memperhatikan kondisi ibu kota. Ia pun siap mengritisi guÂberÂnÂur yang baru, Joko Widodo dan waÂkilnya, Basuki Tjahaja Purnama.
Ia pun akan memantau pemÂbaÂngunan di Jakarta. “Saya akan mengkritisi dari luar. Karena kami sudah bebas merdeka mulai mengkritik,†katanya.
Meski begitu, dia mengajak seluruh masyarakat Jakarta untuk merasa memiliki dan mencintai kota ini. Sehingga pemimpin yang baru maupun jajaran peÂmeÂrintah daerah bisa meÂnÂjaÂlanÂkan tugas dengan baik.
Jokowi Tempati Ruang Kerja Bekas Bang Yos
Selain rumah dinas, ruang kerja untuk gubernur dan wakil gubernur di Balaikota DKI JaÂkarta telah disiapkan
Sekda Fadjar Panjaitan meÂngaÂtakan, berbagai perlengkapan kerÂja Fauzi Bowo dan Prijanto suÂdah dikosongkan dari ruang kerja yag pernah mereka tempati.
Dalam dua pekan terakhir, beÂbeÂrapa ruangan Balaikota muÂlai diÂbenahi, direnovasi, dan dicat ulang. Adapun ruangan kerja yang diÂsiapÂkan untuk Joko WiÂdodo terletak di lantai satu sisi timur Balaikota.
Ruangan kerja ini berada di baÂngunan berlantai satu yang diÂbaÂngun zaman Belanda. Letaknya di samping kiri gedung Balaikota.
Ruang kerja ini pernah diÂguÂnakan Sutiyoso saat menjabat gubernur. Selama jadi guberÂnur, Fauzi menempati ruang kerja di lantai dua. Ruangan itu sudah diÂkosongkan tapi belum diÂbereskan.
“Ruangan tersebut dapat dipaÂkai oleh Pak Basuki Tjahaja PuÂrÂnama apabila ingin mengÂguÂnaÂkannya. Namun, sementara saat ini ruang kerja Pak Basuki sudah disiapkan di ruang kerja Sekda di lantai tiga,†katanya.
SK Jokowi-Ahok Hanya Beberapa Jam Di Meja SBY
Presiden SBY sudah meÂnanÂdatangani surat keputusan (SK) pengangkatan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama sebaÂgai gubernur dan wakil guÂberÂnur DKI Jakarta yang baru.
Pasangan Jokowi dan Ahok akan memimpin Jakarta selama lima tahun hingga 2017. “Kita (memproses SK ini) tak sampai seÂtengah hari selesai,†kata MenÂteri Sekretaris Negara (MenÂsesneg) Sudi Silalahi.
Sudi mengatakan SK yang telah diteken Presiden SBY terÂsebut akan diserahkan ke MenÂteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi. Selanjutnya, Mendagri akan meneruskan ke DPRD DKI.
Dengan telah ditekennya SK tersebut, kata Sudi, diharapkan Jokowi dan Ahok bisa dilantik sebagai gubernur dan wakil guÂbernur DKI sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Reydonnyzar Moenek, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri mengatakan, pelantikan Jokowi-Ahok akan dilakukan 15 Oktober mendatang pukul 10 pagi. Bertempat di ruang raÂpat paripurna DPRD DKI JaÂkarta Jalan Kebon Sirih, JaÂkarta Pusat.
Sekretaris Dewan DPRD DKI, Mangara Pardede masih menunggu pihak Kemendagri memberitahukan mengenai SK pengangkatakan Jokowi-Ahok sebagai gubernur dan wakil guÂbernur yang baru. “Posisinya seÂkaÂrang tinggal tunggu Keppres turun dari SesÂneg ke KemenÂdagri, baru ke DeÂwan,†katanya.
Ia berharap bisa segera meÂnerima SK untuk diserahkan ke Badan Musyawarah DPRD. BaÂmus yang akan merumuskan kegiatan pelantikan. Mangara belum bisa meÂmasÂtikan apakah pelantikan bisa diÂlakukan pada 15 Oktober seÂsuai agenda KeÂmendagri.
“Kami maunya juga seceÂpatÂnya. Posisi masih menunggu. Kita doakan semoga tidak munÂdur-mundur lagi. Kalau sudah dipanggil, semua bisa segera diÂlaksanakan karena semua sudah siap,†katanya.
Awalnya, pelantikan Jokowi-Ahok dijadwalkan pada 7 OkÂtober jika tak ada gugatan meÂngenai hasil pemilihan gubernur (Pilgub) DKI putaran dua.
Pasangan Fauzi Bowo-NachÂrowi Ramli ternyata legowo meÂnerima kekalahan dan tak meÂngajukan gugatan ke MaÂhÂkaÂmah Konstitusi (MK).
Walaupun tak ada gugatan, pelantikan tak bisa dilaksanakan pada 7 Oktober karena proses adÂministrasi pengesahan JokoÂwi-Ahok sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI belum selesai.
Ada 4 Rumah Dinas, Gubernur-Wagub Baru Silakan Pilih Sesukanya
Sebelum gubernur dan wakil guÂbernur baru dilantik, PeÂmeÂrintah Propinsi DKI Jakarta dikendalikan Sekretaris Daerah (Sekda) Fadjar Panjaitan.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menunjuk Fadjar sebagai pelaksana tugas (Plt) guÂbernur sampai Jokowi dilantik.
Selama menjabat pelaksana tuÂgas gubernur DKI, Fadjar meÂngaku tidak bisa mengambil keÂbijakan strategis. Dia hanya meÂlaksanakan tugas sehari-hari.
“Menghadiri rapat, undangan serta mendiskusikan surat yang berkaitan dengan kegiatan peÂmerintahan,†katanya.
Fadjar mengatakan, akan meÂlaksanakan tugas sesuai aturan. Untuk itu dia sempat meminta nasihat dari Fauzi Bowo.
Senin merupakan hari perÂtama Fadjar sebagai pelaksana tugas gubernur. Ia sempat meÂmimpin rapat di lantai empat. Di lantai ini Fadjar yang menÂjabat Sekda berkantor.
Sebanyak 13 pejabat di lingÂkuÂngan Pemprop DKI hadir daÂlam rapat, termasuk deputi dan asisten gubernur serta para keÂpaÂla dinas. Rapat yang berÂlangÂsung tertutup itu membahas perÂkembangan pelaksanaan AngÂgaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
Fadjar Pandjaitan mÂenamÂbahkan, Pemerintah Propinsi DKI Jakarta menyediakan ruÂmah dinas bagi gubernur dan waÂkil gubernur terpilih, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja PurÂnama. Rumah dinas itu siap ditempati dan sudah dikosongÂkan sejak pekan lalu.
Ada empat pilihan rumah diÂnas yang disediakan untuk guÂbernur dan wakil gubernur baru. Yakni rumah dinas di Jalan TaÂman Suropati nomor 7, MenÂteng Jakarta Pusat, yang sebeÂlumÂnya ditempati Fauzi Bowo. Lalu, rumah dinas di Jalan Denpasar, Jakarta Selatan. Dulu rumah ini ditempati Prijanto saat menjabat wakil gubernur.
Rumah dinas lainnya berada di Jalan Besakih, Jakarta SelaÂtan. Rumah ini ditempati Sekda Fadjar Panjaitan. Satu lagi ruÂmah dinas di Jalan Prof Dr SatÂrio, JaÂkarta Selatan. Selama era Fauzi BoÂwo, rumah ini dibiarÂkan kosong.
“(Semua) rumah dinas sudah koÂsong, jadi gubernur baru suÂdah bisa menempati tempat terÂsebut. Mau menempati tempat tinggal yang mana, itu terserah gubernurnya,†kata Fadjar. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11
Senin, 15 Juni 2026 | 02:37
Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07
Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11
Senin, 15 Juni 2026 | 19:07
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21
UPDATE
Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54
Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36
Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18
Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59
Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34
Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16
Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55
Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35
Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15
Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55