Berita

ilustrasi, SPBN

Bisnis

BPH Migas Minta Pertamina Perbanyak Bangun SPBN

Nelayan Kalbar Terpaksa Beli Solar Di SPBU
SELASA, 09 OKTOBER 2012 | 08:00 WIB

Minimnya jumlah stasiun pe­ngisian bahan bakar nelayan (SPBN) di Kalimantan Barat, mengakibatkan nelayan kerepo­tan memperoleh bahan bakar.

Hal itu dikatakan anggota Ko­mite Badan Pengatur Hilir Mi­nyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fan­shurullah Asa saat melakukan pe­ngawasan penye­diaan dan pendis­tribusian BBM yang di­lakukan oleh Badan Usa­ha (BU) PT AKR Corporindo Tbk.

“Minimnya jumlah SPBN di Singkawang mengakibatkan ne­layan membeli solar un­tuk me­menuhi kebutuhan melautnya di SPBU,” kata Fan­shurullah di Ja­karta, kemarin.

Untuk mengatasi minimnya jumlah SPBN di wilayah terse­but, dia berharap, ada penam­bahan jumlah SPBN karena pe­layanan di SPBN-nya masih di­batasi sembilan ton.

Oleh karena itu, pemerintah ber­upaya memperbanyak pem­ba­ngunan SPBN, guna me­nyalur­kan bahan bakar ber­subsidi seca­ra me­rata. Pa­salnya, ku­rangnya SPBN merupakan faktor terpen­ting bagi para nela­yan Indonesia.

“Kami sudah me­ngatakan ke­pada Pertamina agar semakin ba­nyak dibangun sta­siun-stasiun pe­ngisian bahan ba­kar untuk pa­ra nelayan kita su­paya penetapan 30 juta kiloliter itu be­nar-benar ter­salurkan,” jelasnya.

Selama ini, menurut Fan­shu­rullah, jika para nelayan kekura­ngan bahan bakar pasti akan mengambil dari SPBU. Namun, apabila meng­guna­kan jerigen mengambil bahan bakar untuk kapal di SPBU, akan dicurigai.

“Jangan-jangan akan melaku­kan penyalahgunaan terhadap BBM. Padahal, itu nelayan bene­ran, ini tidak adil. Makanya, ha­rus dibangun SPBN untuk para nelayan dan ketika bukan nela­yan yang datang ke SPBN para nela­yan harus berani mengata­kan itu bukan nelayan dan tem­pat anda bukan di sini sehingga BBM un­tuk nelayan jatuh pada orang yang tepat,” paparnya.

Dikatakan Fan­shurullah, nantinya SPBN akan ditempat­kan di sentra-sentra yang nela­yannya banyak. “2-3 meter dari pelabuhan,” katanya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Indonesia Siap Fasilitasi Dialog Junta dan Kelompok Etnis Myanmar

Kamis, 16 Juli 2026 | 14:07

Status Tersangka Febrie Adriansyah Sempat Diralat, Yusril Harap Kejagung On The Track

Kamis, 16 Juli 2026 | 14:05

Kemlu Pastikan Penutupan Bandara di Arab Saudi Tak Berdampak pada Jemaah Umrah Indonesia

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:51

Prabowo Resmikan Groundbreaking PSN LNG Abadi Masela dari Istana

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:47

Kemlu Ungkap Kondisi Terkini WNI Usai AS Kembali Menyerang Iran

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:45

Pemerintah Siapkan Pajak 0 Persen hingga 50 Tahun untuk Pengusaha

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:43

Menko PM Dorong USG Jadi Pusat Lahirnya SDM Unggul Indonesia

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:23

Imparsial Desak Perpres Nomor 66/2025 Dicabut

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:23

Mendagri Pilih Bungkam soal Fenomena Sekolah Sepi Murid

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:22

Lionel Messi Bawa Argentina ke Final Piala Dunia 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:14

Selengkapnya