Berita

Cinta Ratu Nansya

Bisnis

Adegan Perkosaan Lolos, Cinta Tuntut Shanker

SENIN, 08 OKTOBER 2012 | 08:49 WIB

.Adegan diset sedemikian rupa seperti make love (ML) beneran. Shanker bersikukuh itu sesuai kontrak yang diteken Cinta.

Film Kutukan Arwah Santet yang saat ini tengah diputar di bioskop tanah air, berbuntut panjang. Salah satu pemain­nya, Cinta Ratu Nansya, yang ber­peran sebagai Mirna, berencana menggugat produser Shanker RS karena adanya adegan pemer­kosaan dalam film itu.

Ala­san­nya? Sedari awal Cinta memu­tuskan menerima film itu karena karakter Mirna adalah perempuan baik-baik. Ter­nyata, di lokasi syuting, Cinta mendapati dirinya harus berakting adegan seksual. Dalam cerita itu, Cinta awalnya berperan sebagai perempuan polos yang diberi obat perang­sang sehingga mengajak keka­sihnya berhubungan intim di la­boratorium kampus.

“Aku pikir standar dan nggak vulgar. Setelah di-set dan di-direct, akhirnya ha­silnya seperti itu,” aku Cinta saat ditemui di Jakarta, akhir pekan lalu.

Kenapa tidak ditolak sebelum syuting? Artis belia ini mengaku terpaksa secara mental.  Skenario yang baru diberikan di lokasi syuting, menuntutnya beradegan pemerkosaan. Awalnya ia dijanjikan area syuting yang private, hanya ada dirinya, lawan main, dan sutra­dara. Namun ke­nyataannya, ia berakting adegan pemer­kosaan disaksikan banyak orang.

“Saya risih dengan posisi saya, apalagi sampai re-take berkali-kali. Waktu adegan itu, saya merasa terle­cehkan,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Cinta, saat itu dirinya sampai nyaris topless. Awalnya, tubuh Cinta tertutup rapat oleh kain yang diikat. Se­makin lama, sutradara meminta­nya terus menurunkan pakaian.

“Orang di luar sana nyang­kanya saya telanjang beneran. Tapi saya bilang saya masih ter­tutup busana. Kenyataannya, saya setengah topless,” curhatnya sedikit emosi.

Setelah pengambilan adegan, Cinta me­rasa shock dan sempat meratapi dirinya sendiri. Ia pun tutup mulut, sampai pe­mutaran per­dana film horor esek-esek itu dila­kukan di Sentul, 23 Sep­tember lalu.

Cinta yang saat itu mengajak orang- tua­nya, langsung kaget karena adegan itu tidak di-edit. “Saya melihat adegan itu kecewa banget. Itu bukan seperti pemer­kosaan, tapi make love kayak blue film. Jangankan saya, keluarga pun marah be­sar. Yang saya sayangkan, kenapa tim edi­ting tidak memperhalus adegan itu,” se­salnya sambil terisak.

Saat dikonfirmasi, Shanker RS me­nu­ding Cinta hanya mencari sensasi untuk melambungkan namanya di jagat hiburan tanah air.

“Nggak tahu lah itu anak mau­nya apa. Itu (adegan pemerkosaan) sudah ada di kontrak. Takutnya anak itu cuma cari sen­sasi buat naikin dia aja,” kata Shanker.

Pria keturunan India ini menolak dise­but tidak memberitahukan Cinta Ratu pe­ri­hal adegan yang akan diperankannya itu.

 â€œSaya bilang ke dia, bahwa dia sudah di atas 18 tahun, dia sudah bebas memilih tanda tangan kontraknya, namun dia tan­da tangani  sendiri,” kilah Shanker.

Mengenai film tersebut yang dinilai ter­lalu vulgar, Shanker yakin hal-hal seperti itu telah disensor oleh Lembaga Sensor Film  sehingga sudah banyak adegan yang terlalu vulgar tersebut dihilangkan.

 â€œMengenai sensor sudah ada lem­ba­ganya yang mengatur, apalagi sudah ba­nyak yang dipotong di film ini akan ada yang berbeda,” ungkapnya.

Bagaimana tanggapan Cinta terhadap pernyataan Shanker itu?

“Setiap orang punya cara tersendiri. Mungkin kalau tujuan saya untuk men­dongkrak popularitas dengan adegan be­gituan, dari dulu film-film yang lebih vul­gar sudah saya ambil,” ujar pemain film Cinta dan Edelweiss ini.

Cinta menegaskan, dirinya tak me­miliki maksud lain dengan meributkan adegan pemerkosaan di film bergenre horor itu. Ia hanya merasa kecewa karena adegan yang muncul di luar dugaannya. “Saya ambil film ini karena karakter Mirna, yang saya perankan adalah perem­puan baik-baik,” ung­kapnya.

  Pasca kejadian itu, se­kitar seminggu, Cinta ti­dak bisa berkomuni­kasi dengan keluarga­nya. Ia selalu meminta maaf dan menanyakan kabar ke­luarganya, tapi tidak per­nah digubris. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Indonesia Siap Fasilitasi Dialog Junta dan Kelompok Etnis Myanmar

Kamis, 16 Juli 2026 | 14:07

Status Tersangka Febrie Adriansyah Sempat Diralat, Yusril Harap Kejagung On The Track

Kamis, 16 Juli 2026 | 14:05

Kemlu Pastikan Penutupan Bandara di Arab Saudi Tak Berdampak pada Jemaah Umrah Indonesia

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:51

Prabowo Resmikan Groundbreaking PSN LNG Abadi Masela dari Istana

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:47

Kemlu Ungkap Kondisi Terkini WNI Usai AS Kembali Menyerang Iran

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:45

Pemerintah Siapkan Pajak 0 Persen hingga 50 Tahun untuk Pengusaha

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:43

Menko PM Dorong USG Jadi Pusat Lahirnya SDM Unggul Indonesia

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:23

Imparsial Desak Perpres Nomor 66/2025 Dicabut

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:23

Mendagri Pilih Bungkam soal Fenomena Sekolah Sepi Murid

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:22

Lionel Messi Bawa Argentina ke Final Piala Dunia 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:14

Selengkapnya